Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 April 2016

Subak: Sistem Pengairan Sawah (irigasi) Tradisional Bali

Bali - Hallo sahabat WIsata Bali dan Sekitarnya, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bali, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bali, Artikel Seni - Budaya dan Agama, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Subak: Sistem Pengairan Sawah (irigasi) Tradisional Bali
link : Subak: Sistem Pengairan Sawah (irigasi) Tradisional Bali

Baca juga


Bali

Subak adalah sebuah organisasi yang dimiliki oleh masyarakat petani di Bali yang khusus mengatur tentang manajemen atau sistem pengairan/irigasi sawah secara tradisional, keberadaan Subak merupakan manifestasi dari filosofi/konsep Tri Hita Karana, Tri Hita Karana berasal dari kata "Tri" yang artinya tiga, "Hita" yang berarti kebahagiaan/kesejahteraan dan "Karana" yang artinya penyebab. Maka dapat disimpulkan bahwa Tri Hita Karana berarti “Tiga penyebab terciptanya kebahagiaan dan kesejahteraan”. Penerapannya didalam sistem subak yaitu:

  • Parahyangan yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan.
  • Pawongan yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan sesamanya.
  • Palemahan yakni hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam dan lingkungannya.

Kata "Subak" merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Bali, kata tersebut pertama kali dilihat di dalam prasasti Pandak Bandung yang memiliki angka tahun 1072 M. Kata subak tersebut mengacu kepada sebuah lembaga sosial dan keagamaan yang unik, memiliki pengaturan tersendiri, asosiasi-asosiasi yang demokratis dari petani dalam menetapkan penggunaan air irigasi untuk pertumbuhan padi.

Subak - Sistem Pengairan Sawah Irigasi Tradisional Bali
Subak - Image by Rekam Indonesia

Subak bagi masyarakat Bali tidak hanya sekedar sistem irigasi, tetapi juga merupakan konsep kehidupan bagi rakyat Bali itu sendiri. Dalam pandangan rakyat Bali, Subak adalah gambaran langsung dari filosofi Tri Hita Karana tersebut.

Sebagai suatu metode penataan hidup bersama, Subak mampu bertahan selama lebih dari satu abad karena masyarakatnya taat kepada tradisi leluhur. Pembagian air dilakukan secara adil dan merata, segala masalah dibicarakan dan dipecahkan bersama, bahkan penetapan waktu menanam dan penentuan jenis padi yang ditanam pun dilakukan bersama. Sanksi terhadap berbagai bentuk pelanggaran akan ditentukan sendiri oleh warga melalui upacara atau ritual yang dilaksanakan di pura. Harmonisasi kehidupan seperti inilah yang menjadi kunci utama lestarinya budaya Subak di pulau dewata.

Struktur Organisasi Subak

Anggota subak atau juga biasa disebut dengan krama subak adalah para petani yang memiliki garapan sawah dan mendapatkan bagian air pada sawahnya. Didalam anggota subak juga terdapat beberapa kelompok yang disebut dengan Sekaa, Krama subak digolongkan menjadi 3, yaitu:

  1. Krama aktif adalah anggota yang aktif seperti krama pekaseh, sekaa yeh atau sekaa subak.
  2. Krama pasif yaitu anggota yang mengganti kewajibannya dengan uang atau natura karena beberapa penyebab yang biasa disebut dengan Pengampel atau Pengohot.
  3. Krama luput yaitu anggota (krama) yang tidak aktif didalam segala macam kegiatan subak karena tugasnya seperti kepala desa atau Bendesa Adat.

Pengurus (Prajuru) Subak terdiri dari:

  1. Pekaseh/Kelian adalah bertugas sebagai kepala subak.
  2. Pangliman/Petajuh bertugas menjadi wakil kepala subak.
  3. Peyarikan/Juru tulis adalah sebagai sekretaris.
  4. Petengen/Juru raksa adalah memiliki tugas sebagai bendahara.
  5. Saya/juru arah/juru uduh/juru tibak/kasinoman mempunyai tugas dalam urusan pemberitahuan atau pengumuman.
  6. Pemangku adalah bertugas khusus dalam urusan ritual/keagamaan.

Kelompok (Sekaa) di dalam subak dibagi menjadi:

  1. Sekaa Numbeg, yaitu sebuah kelompok yang mengatur hal pengolahan tanah.
  2. Sekaa Jelinjingan, kelompok yang bertugas untuk mengatur pengolahan air.
  3. Sekaa Sambang, yaitu kelompok yg memiliki tugas dalam hal pengawasan air dari pencurian, penangkap atau penghalau binatang perusak tanaman seperti burung maupun tikus.
  4. Sekaa Memulih/Nandur, yaitu kelompok yang bertugas dalam hal penanaman bibit padi.
  5. Sekaa Mejukut yaitu kelompok yang bertugas menyiangi padi.
  6. Sekaa Manyi adalah kelompok yang bertugas menuai/memotong/mengetam padi.
  7. Sekaa Bleseng yaitu kelompok yang memiliki tugas mengangkut ikatan padi yang telah diketam dari sawah ke lumbung.

Sebagai organisasi yang bersifat otonom dalam mengurus organisasinya sendiri, subak dapat menetapkan peraturan yang dikenal dengan sebutan awig awig, sima, perarem. Di dalam awig awig tersebut dimuat hal-hal dan ketentuan pokok, isi pokok dalam awig awig adalah mengatur mengenai hal parahyangan, pawongan dan pelemahan sedangkan ketentuan dan hal yang lebih detail dimuat di dalam pararem sebagai pelaksanaan awig awig subak. Awig awig subak memuat tentang hak dan kewajiban dari warga subak serta memuat tentang sanksi atas pelanggaran hak dan kewajiban tersebut.

Jaringan Irigasi Subak

Para ahli juga menyebutkan bahwa Subak juga sebagai sistem teknologi yang sudah menjadi budaya di Bali. Subak sebagai metode teknologi dari budaya asli petani Bali. Fasilitas yang utama dari irigasi subak (palemahan) untuk setiap petani anggota subak adalah berupa pengalapan (bendungan air), jelinjing (parit), dan sebuah cakangan (satu tempat/alat untuk memasukkan air ke bidang sawah garapan), jika di suatu lokasi bidang sawah terdapat dua atau lebih cakangan yang saling berdekatan maka ketinggian cakangan-cakangan tersebut adalah sama (kemudahan dan kelancaran air mengalir masuk ke sawah masing-masing petani sama), tetapi perbedaan lebar lubang cakangan masih dapat ditoleransi yang disesuaikan dengan perbedaan luas bidang sawah garapan petani. Pembuatan, pemeliharaan, serta pengelolaan dari penggunaan fasilitas irigasi subak dilakukan bersama oleh anggota (krama) subak.

Jaringan sistem pengairan dalam subak jika diurut dari sumber air terdiri dari:

  1. Empelan/empangan sebagai sumber aliran air/bendungan.
  2. Bungas/Buka adalah sebagai pemasukan (in take).
  3. Aungan adalah saluran air yang tertutup atau terowongan.
  4. Telabah aya (gede), adalah saluran utama.
  5. Tembuku aya (gede), adalah bangunan untuk pembagian air utama.
  6. Telabah tempek (munduk/dahanan/kanca), adalah sebagai saluran air cabang.
  7. Telabah cerik, sebagai saluran air ranting.
  8. Telabah panyacah (tali kunda), dibeberapa tempat dikenal dengan istilah Penasan (untuk 10 bagian), Panca (untuk 5 orang), dan Pamijian (untuk sendiri/1 orang).

Melalui sistem Subak inilah, para petani medapatkan bagian air sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh musyawarah dari warga/krama subak dan tetap dilandasi oleh filosofi Tri Hita Karana. Maka dari itu, kegiatan dalam organisasi/perkumpulan Subak tidak hanya meliputi masalah pertanian atau bercocok tanam saja, tetapi juga meliputi masalah ritual dan peribadatan untuk memohon rejeki dan kesuburan. Sawah, tanaman padi, dan air mempunyai peranan penting dalam sistem irigasi subak bahkan dikaitkan dengan segi religius. Ketiganya berhubungan dengan kekuasaan Dewi Sri (Dewi kesuburan dan kemakmuran). Oleh karena itu subak tidak semata hanya mengatur masalah teknis pengaturan dan pembagian air semata, tetapi juga aspek sosial dan religius (agama).

Subak - Bali

Setiap Subak biasanya memiliki pura yang disebut Pura Ulun Carik atau Pura Bedugul, yang khusus dibangun oleh para petani untuk memuja Dewi Sri. Sistem pengairan ini diatur oleh seorang tokoh adat dan juga merupakan petani yang disebut dengan Kelian (Klian) yang mempunyai tugas untuk mengawasi dan mengelola subak. Untuk menjadi Kelian subak ini adalah sifatnya sosial, tidak mendapatkan gaji ataupun imbalan. Pembagian atau penyaluran air disesuaikan dengan keanggotaan petani di subak, ada anggota yang aktif dan pasif, keduanya mendapat pembagian air yang berbeda. Inilah dasar keadilan dimana distribusi air disesuaikan dengan kontribusi.

Subak telah dipelajari dan diteliti oleh Clifford Geertz, sedangkan J. Stephen Lansing telah menarik perhatian publik tentang pentingnya metode irigasi tradisional. Ia mempelajari dan meneliti banyak tempat suci (pura) di Bali, terutama tempat suci yang diperuntukkan bagi pertanian. Pada tahun 1987, J. Stephen Lansing bekerja sama dengan para petani di Bali telah mengembangkan kembali sistem pengairan/irigasi Subak menjadi lebih efektif. Dengan cara itu ia dapat membuktikan bagaimana keefektifan serta pentingnya metode irigasi subak di Bali.

Subak - Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO

Organisasi pendidikan, Ilmu pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO - The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) akhirnya mengakui Subak di Bali sebagai Warisan Budaya dunia. Pengakuan tersebut dapat diwujudkan setelah perjuangan pemerintah republik Indonesia selama kurang lebih 12 tahun. Pengusulan untuk kategori ini tidaklah mudah karena diperlukan penelitian yang mendalam dengan pendekatan melalui berbagai ilmu pengetahuan seperti arkeologi, antropologi, geografi, ilmu lingkungan, arsitektur lansekap, dan beberapa ilmu pengetahuan terkait lainnya.

Tepat pada tanggal 29 Juni 2012, Pengusulan Subak telah disetujui, diakui dan ditetapkan/disahkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO dalam sidang ke-36 Komite Warisan Dunia UNESCO di kota Saint Peterburg, Rusia Liburan Bali, Panduan Wisata, Tempat Wisata. Penetapan sebagai Warisan Budaya Dunia ini disambut baik oleh pemerintah dan masyarakat Bali. Sesuai dengan pengajuannya, Subak di Bali yang memiliki luas kurang lebih 20.000 ha yang terdiri atas beberapa subak yang berada di 5 kabupaten, yaitu kabupaten Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, dan Tabanan.

Situs-situs di Bali yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia adalah:

  1. Pura Ulun Danu Batur di ujung danau Batur yang merupakan pura air utama (water temple) sebagai sumber dari setiap mata air dan sungai.
  2. Lanskap Subak dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan, yang diketahui sebagai sistem irigasi yang tertua di Bali.
  3. Lanskap Subak dari Catur Angga Batukaru, objek wisata persawahan berundak-undak (terasering) Jatiluwih merupakan salah satu dari bagiannya.
  4. Pura Taman ayun, merupakan pura air yang paling besar dengan arsitektur nya paling terkenal, mencontohkan ekspansi penuh dari sistem subak di bawah pemerintahan kerajaan Bali pada abad ke-19.

Komponen-komponen subak adalah meliputi hutan yang melindungi pasokan air, lanskap sawah yang berundak-undak/bertingkat/terasering, sawah yang terhubung dengan sebuah sistem kanal, terowongan dan bendungan, desa, pura dengan berbagai ukuran yang menandakan pentingnya sumber air atau perjalanan air melalui pura menurun mengairi lahan subak.

Museum Subak

Untuk memperkenalkan dan melestarikan Subak yang merupakan warisan budaya leluhur maka didirikanlah Museum Subak yang terletak di kabupaten Tabanan yang bertujuan untuk memperkenalkan pada generasi muda ataupun wisatawan tentang sistem irigasi tradisional yang dimiliki dan masih digunakan sampai sekarang oleh masyarakat petani di pulau dewata Bali.

Museum Subak

Di museum subak ini dipamerkan benda-benda yang berhubungan dengan pekerjaan petani serta audio visual yang memperlihatkan aktivitas-aktivitas Subak dalam menjalankan manajemen irigasi.
Baca selengkapnya tentang Museum Subak: Koleksi Pertanian & Irigasi Tradisional Bali

Referensi:
- whc.unesco.org
- www.kemendagri.go.id
- kebudayaan.kemdikbud.go.id
- informatika.undiksha.ac.id
- ale-alesma3dps.blogspot.com
- talov.org
Permalink: Subak: Sistem Pengairan Sawah (irigasi) Tradisional Bali | Bali Glory

Subak adalah sebuah organisasi yang dimiliki oleh masyarakat petani di Bali yang khusus mengatur tentang manajemen atau sistem pengairan/irigasi sawah secara tradisional, keberadaan Subak merupakan manifestasi dari filosofi/konsep Tri Hita Karana, Tri Hita Karana berasal dari kata "Tri" yang artinya tiga, "Hita" yang berarti kebahagiaan/kesejahteraan dan "Karana" yang artinya penyebab. Maka dapat disimpulkan bahwa Tri Hita Karana berarti “Tiga penyebab terciptanya kebahagiaan dan kesejahteraan”. Penerapannya didalam sistem subak yaitu:

  • Parahyangan yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan.
  • Pawongan yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan sesamanya.
  • Palemahan yakni hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam dan lingkungannya.

Kata "Subak" merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Bali, kata tersebut pertama kali dilihat di dalam prasasti Pandak Bandung yang memiliki angka tahun 1072 M. Kata subak tersebut mengacu kepada sebuah lembaga sosial dan keagamaan yang unik, memiliki pengaturan tersendiri, asosiasi-asosiasi yang demokratis dari petani dalam menetapkan penggunaan air irigasi untuk pertumbuhan padi.

Subak - Sistem Pengairan Sawah Irigasi Tradisional Bali
Subak - Image by Rekam Indonesia

Subak bagi masyarakat Bali tidak hanya sekedar sistem irigasi, tetapi juga merupakan konsep kehidupan bagi rakyat Bali itu sendiri. Dalam pandangan rakyat Bali, Subak adalah gambaran langsung dari filosofi Tri Hita Karana tersebut.

Sebagai suatu metode penataan hidup bersama, Subak mampu bertahan selama lebih dari satu abad karena masyarakatnya taat kepada tradisi leluhur. Pembagian air dilakukan secara adil dan merata, segala masalah dibicarakan dan dipecahkan bersama, bahkan penetapan waktu menanam dan penentuan jenis padi yang ditanam pun dilakukan bersama. Sanksi terhadap berbagai bentuk pelanggaran akan ditentukan sendiri oleh warga melalui upacara atau ritual yang dilaksanakan di pura. Harmonisasi kehidupan seperti inilah yang menjadi kunci utama lestarinya budaya Subak di pulau dewata.

Struktur Organisasi Subak

Anggota subak atau juga biasa disebut dengan krama subak adalah para petani yang memiliki garapan sawah dan mendapatkan bagian air pada sawahnya. Didalam anggota subak juga terdapat beberapa kelompok yang disebut dengan Sekaa, Krama subak digolongkan menjadi 3, yaitu:

  1. Krama aktif adalah anggota yang aktif seperti krama pekaseh, sekaa yeh atau sekaa subak.
  2. Krama pasif yaitu anggota yang mengganti kewajibannya dengan uang atau natura karena beberapa penyebab yang biasa disebut dengan Pengampel atau Pengohot.
  3. Krama luput yaitu anggota (krama) yang tidak aktif didalam segala macam kegiatan subak karena tugasnya seperti kepala desa atau Bendesa Adat.

Pengurus (Prajuru) Subak terdiri dari:

  1. Pekaseh/Kelian adalah bertugas sebagai kepala subak.
  2. Pangliman/Petajuh bertugas menjadi wakil kepala subak.
  3. Peyarikan/Juru tulis adalah sebagai sekretaris.
  4. Petengen/Juru raksa adalah memiliki tugas sebagai bendahara.
  5. Saya/juru arah/juru uduh/juru tibak/kasinoman mempunyai tugas dalam urusan pemberitahuan atau pengumuman.
  6. Pemangku adalah bertugas khusus dalam urusan ritual/keagamaan.

Kelompok (Sekaa) di dalam subak dibagi menjadi:

  1. Sekaa Numbeg, yaitu sebuah kelompok yang mengatur hal pengolahan tanah.
  2. Sekaa Jelinjingan, kelompok yang bertugas untuk mengatur pengolahan air.
  3. Sekaa Sambang, yaitu kelompok yg memiliki tugas dalam hal pengawasan air dari pencurian, penangkap atau penghalau binatang perusak tanaman seperti burung maupun tikus.
  4. Sekaa Memulih/Nandur, yaitu kelompok yang bertugas dalam hal penanaman bibit padi.
  5. Sekaa Mejukut yaitu kelompok yang bertugas menyiangi padi.
  6. Sekaa Manyi adalah kelompok yang bertugas menuai/memotong/mengetam padi.
  7. Sekaa Bleseng yaitu kelompok yang memiliki tugas mengangkut ikatan padi yang telah diketam dari sawah ke lumbung.

Sebagai organisasi yang bersifat otonom dalam mengurus organisasinya sendiri, subak dapat menetapkan peraturan yang dikenal dengan sebutan awig awig, sima, perarem. Di dalam awig awig tersebut dimuat hal-hal dan ketentuan pokok, isi pokok dalam awig awig adalah mengatur mengenai hal parahyangan, pawongan dan pelemahan sedangkan ketentuan dan hal yang lebih detail dimuat di dalam pararem sebagai pelaksanaan awig awig subak. Awig awig subak memuat tentang hak dan kewajiban dari warga subak serta memuat tentang sanksi atas pelanggaran hak dan kewajiban tersebut.

Jaringan Irigasi Subak

Para ahli juga menyebutkan bahwa Subak juga sebagai sistem teknologi yang sudah menjadi budaya di Bali. Subak sebagai metode teknologi dari budaya asli petani Bali. Fasilitas yang utama dari irigasi subak (palemahan) untuk setiap petani anggota subak adalah berupa pengalapan (bendungan air), jelinjing (parit), dan sebuah cakangan (satu tempat/alat untuk memasukkan air ke bidang sawah garapan), jika di suatu lokasi bidang sawah terdapat dua atau lebih cakangan yang saling berdekatan maka ketinggian cakangan-cakangan tersebut adalah sama (kemudahan dan kelancaran air mengalir masuk ke sawah masing-masing petani sama), tetapi perbedaan lebar lubang cakangan masih dapat ditoleransi yang disesuaikan dengan perbedaan luas bidang sawah garapan petani. Pembuatan, pemeliharaan, serta pengelolaan dari penggunaan fasilitas irigasi subak dilakukan bersama oleh anggota (krama) subak.

Jaringan sistem pengairan dalam subak jika diurut dari sumber air terdiri dari:

  1. Empelan/empangan sebagai sumber aliran air/bendungan.
  2. Bungas/Buka adalah sebagai pemasukan (in take).
  3. Aungan adalah saluran air yang tertutup atau terowongan.
  4. Telabah aya (gede), adalah saluran utama.
  5. Tembuku aya (gede), adalah bangunan untuk pembagian air utama.
  6. Telabah tempek (munduk/dahanan/kanca), adalah sebagai saluran air cabang.
  7. Telabah cerik, sebagai saluran air ranting.
  8. Telabah panyacah (tali kunda), dibeberapa tempat dikenal dengan istilah Penasan (untuk 10 bagian), Panca (untuk 5 orang), dan Pamijian (untuk sendiri/1 orang).

Melalui sistem Subak inilah, para petani medapatkan bagian air sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh musyawarah dari warga/krama subak dan tetap dilandasi oleh filosofi Tri Hita Karana. Maka dari itu, kegiatan dalam organisasi/perkumpulan Subak tidak hanya meliputi masalah pertanian atau bercocok tanam saja, tetapi juga meliputi masalah ritual dan peribadatan untuk memohon rejeki dan kesuburan. Sawah, tanaman padi, dan air mempunyai peranan penting dalam sistem irigasi subak bahkan dikaitkan dengan segi religius. Ketiganya berhubungan dengan kekuasaan Dewi Sri (Dewi kesuburan dan kemakmuran). Oleh karena itu subak tidak semata hanya mengatur masalah teknis pengaturan dan pembagian air semata, tetapi juga aspek sosial dan religius (agama).

Subak - Bali

Setiap Subak biasanya memiliki pura yang disebut Pura Ulun Carik atau Pura Bedugul, yang khusus dibangun oleh para petani untuk memuja Dewi Sri. Sistem pengairan ini diatur oleh seorang tokoh adat dan juga merupakan petani yang disebut dengan Kelian (Klian) yang mempunyai tugas untuk mengawasi dan mengelola subak. Untuk menjadi Kelian subak ini adalah sifatnya sosial, tidak mendapatkan gaji ataupun imbalan. Pembagian atau penyaluran air disesuaikan dengan keanggotaan petani di subak, ada anggota yang aktif dan pasif, keduanya mendapat pembagian air yang berbeda. Inilah dasar keadilan dimana distribusi air disesuaikan dengan kontribusi.

Subak telah dipelajari dan diteliti oleh Clifford Geertz, sedangkan J. Stephen Lansing telah menarik perhatian publik tentang pentingnya metode irigasi tradisional. Ia mempelajari dan meneliti banyak tempat suci (pura) di Bali, terutama tempat suci yang diperuntukkan bagi pertanian. Pada tahun 1987, J. Stephen Lansing bekerja sama dengan para petani di Bali telah mengembangkan kembali sistem pengairan/irigasi Subak menjadi lebih efektif. Dengan cara itu ia dapat membuktikan bagaimana keefektifan serta pentingnya metode irigasi subak di Bali.

Subak - Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO

Organisasi pendidikan, Ilmu pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO - The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) akhirnya mengakui Subak di Bali sebagai Warisan Budaya dunia. Pengakuan tersebut dapat diwujudkan setelah perjuangan pemerintah republik Indonesia selama kurang lebih 12 tahun. Pengusulan untuk kategori ini tidaklah mudah karena diperlukan penelitian yang mendalam dengan pendekatan melalui berbagai ilmu pengetahuan seperti arkeologi, antropologi, geografi, ilmu lingkungan, arsitektur lansekap, dan beberapa ilmu pengetahuan terkait lainnya.

Tepat pada tanggal 29 Juni 2012, Pengusulan Subak telah disetujui, diakui dan ditetapkan/disahkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO dalam sidang ke-36 Komite Warisan Dunia UNESCO di kota Saint Peterburg, Rusia Liburan Bali, Panduan Wisata, Tempat Wisata. Penetapan sebagai Warisan Budaya Dunia ini disambut baik oleh pemerintah dan masyarakat Bali. Sesuai dengan pengajuannya, Subak di Bali yang memiliki luas kurang lebih 20.000 ha yang terdiri atas beberapa subak yang berada di 5 kabupaten, yaitu kabupaten Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, dan Tabanan.

Situs-situs di Bali yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia adalah:

  1. Pura Ulun Danu Batur di ujung danau Batur yang merupakan pura air utama (water temple) sebagai sumber dari setiap mata air dan sungai.
  2. Lanskap Subak dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan, yang diketahui sebagai sistem irigasi yang tertua di Bali.
  3. Lanskap Subak dari Catur Angga Batukaru, objek wisata persawahan berundak-undak (terasering) Jatiluwih merupakan salah satu dari bagiannya.
  4. Pura Taman ayun, merupakan pura air yang paling besar dengan arsitektur nya paling terkenal, mencontohkan ekspansi penuh dari sistem subak di bawah pemerintahan kerajaan Bali pada abad ke-19.

Komponen-komponen subak adalah meliputi hutan yang melindungi pasokan air, lanskap sawah yang berundak-undak/bertingkat/terasering, sawah yang terhubung dengan sebuah sistem kanal, terowongan dan bendungan, desa, pura dengan berbagai ukuran yang menandakan pentingnya sumber air atau perjalanan air melalui pura menurun mengairi lahan subak.

Museum Subak

Untuk memperkenalkan dan melestarikan Subak yang merupakan warisan budaya leluhur maka didirikanlah Museum Subak yang terletak di kabupaten Tabanan yang bertujuan untuk memperkenalkan pada generasi muda ataupun wisatawan tentang sistem irigasi tradisional yang dimiliki dan masih digunakan sampai sekarang oleh masyarakat petani di pulau dewata Bali.

Museum Subak

Di museum subak ini dipamerkan benda-benda yang berhubungan dengan pekerjaan petani serta audio visual yang memperlihatkan aktivitas-aktivitas Subak dalam menjalankan manajemen irigasi.
Baca selengkapnya tentang Museum Subak: Koleksi Pertanian & Irigasi Tradisional Bali

Referensi:
- whc.unesco.org
- www.kemendagri.go.id
- kebudayaan.kemdikbud.go.id
- informatika.undiksha.ac.id
- ale-alesma3dps.blogspot.com
- talov.org
Permalink: Subak: Sistem Pengairan Sawah (irigasi) Tradisional Bali | Bali Glory

Selasa, 12 Januari 2016

Daftar Nama Pegunungan dan Gunung Berapi di Pulau Bali

Bali - Hallo sahabat WIsata Bali dan Sekitarnya, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bali, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bali, Artikel Pegunungan, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Daftar Nama Pegunungan dan Gunung Berapi di Pulau Bali
link : Daftar Nama Pegunungan dan Gunung Berapi di Pulau Bali

Baca juga


Bali

Gunung di Bali dan juga gunung berapi, pulau Bali selain sebagai tempat wisata yang mempunyai pantai yang indah dan budaya yang unik, pulau dewata juga mempunyai jejeran pegunungan dan juga gunung berapi aktif. Pegunungan dan gunung berapi yang ada di pulau Bali juga banyak dikenal oleh pendaki gunung baik lokal maupun pendaki mancanegara sebagai tempat favorit untuk mendaki dan trekking ketika mereka liburan di Bali. Dibawah ini adalah daftar/list nama pegunungan dan gunung api yang ada di pulau Bali.

GunungTinggiLokasi
Agung3,142 mKarangasem
Abang2,152 mBangli
Adeng1,826 mTabanan
Batukaru2,276 mTabanan
Batur1,717 mBangli
Banyu Wedang430 mBuleleng
Catur2,098 mTabanan
Klatakan/Kelatakan698 mJembrana
Kutul842 mBuleleng
Lempuyang/Seraya1,058 mKarangasem
Lesung/Lesong1,860 mBuleleng
Lok Badung1,028 mBuleleng
Merbuk1,356 mJembrana
Mesehe1,300 mJembrana
Musi1,215 mJembrana
Mundi529 mKlungkung
Ngandang622 mJembrana
Patas1,414 mBuleleng
Penulisan1,745 mBangli
Pohen/Pohang2,089 mTabanan
Prapat Agung310 mBuleleng
Sanghyang/Sengjang2,087 mTabanan
Sangiang1,004 mJembrana
Sidemen826 mKarangasem
Silang Jana1,903 mBuleleng

Agung

Gunung Agung adalah yang tertinggi di Bali (3,142 mdpl), berdiri dan terbentang di bagian tengah-timur dari pulau Bali, berlokasi di Kabupaten Karangasem. Secara geologis, Gunung Agung adalah sebuah stratovolcano aktif, dan telah memiliki letusan besar di masa lalu, yang paling signifikan adalah pada tahun 1963. Tetapi semenjak letusan terakhir tahun 1963, tidak ada lagi aktifitas vulkanik sampai hari ini, bisa dikatakan bahwa gunung Agung sedang tidur sekarang. Menurut masyarakat Hindu di Bali, Agung adalah gunung yang paling suci di Bali dan sebagai tempat sakral bagi pura yang terbesar di Bali yaitu Pura Besakih. Agung sangat populer dengan pendaki gunung dan trekker, gunung Agung sangat terkenal dengan pendakian matahari terbit (sunrise trekking) tetapi karena kesulitannya, gunung Agung kurang terkenal bagi turis dibandingkan dengan gunung Batur.

Gunung berapi Agung
Pura Besakih dan Gn. Agung dibelakangnya

Letusan Gunung Agung
Letusan Gn. Agung - Mei 1963

Gunung Agung meletus pada Mei 1963, dengan Pura Besakih di lereng depannya. Letusan Gunung Agung menyebabkan banyak kesulitan dan penderitaan di Bali selama dan setelah 1963. Gunung berapi ini sebelumnya tidak meletus dalam catatan sejarah. Letusan terjadi pada saat pelaksanaan upacara keagamaan Eka Dasa Rudra yang diadakan pada setiap 100 tahun sekali di Pura Besakih.

Batur

Gunung Batur adalah sebuah stratovolcano kecil di utara-tengah pulau Bali terletak di Kabupaten Bangli. Batur memiliki ketinggian 1,717 meter dan memiliki beberapa kawah. Gunung Batur terletak dalam kaldera besar, terdapat sisa-sisa letusan dahsyat pada masa prasejarah dari gunung berapi yang pernah memiliki ketinggian lebih dari 4,000 meter ini. Batur adalah gunung berapi yang masih tetap aktif sampai hari ini dan telah tercatat meletus lebih dari 20 kali dalam dua abad terakhir. Letusan besar terjadi pada tahun 1917 , 1926 dan 1963 (tahun yang sama dengan letusan besar gunung Agung), sehingga membuat gunung Batur adalah gunung berapi yang paling aktif di pulau dewata Bali. Liburan, Bali, Wisata Batur adalah tempat populer untuk mendaki di kalangan wisatawan dan menjadi tempat wisata favorit untuk trekking di Bali, Batur sangat populer untuk pendakian pada waktu matahari terbit (sunrise trekking), pada puncaknya bebas dari tutupan hutan, sehingga menawarkan pemandangan yang indah, spektakuler dan mudah diakses. Istilah "Batur" sering merujuk pada seluruh kaldera, termasuk gunung Abang, puncak ketiga tertinggi di Bali yang terletak di sepanjang pinggirannya.

Pegunungan dan Gunung Berapi di Pulau Bali Indonesia
Dari kiri: Batur, Abang dan Agung

Batukaru

Gunung Batukaru juga dieja Batukau atau Watukaru adalah gunung tertinggi kedua di Bali dengan ketinggian 2,276 meter, terletak di Kabupaten Tabanan. Batukaru berasal dari kata Bali "Batu/Watu" berarti "batu", dan "Karu/Kau" berarti "batok/tempurung kelapa" dalam bahasa Bali. Batukaru adalah puncak tertinggi di daerah vulkanik Bedugul tetapi tidak aktif sampai sekarang. Gunung Batukaru juga disucikan oleh masyarakat Hindu Bali, dan memiliki sebuah tempat suci di lereng selatannya yaitu Pura Luhur Batukaru. Batukaru relatif tidak populer bagi kalangan pendaki untuk pendakian karena tertutup hutan lebat yang membatasi pandangan. Batukaru memiliki kawah besar, yang terbesar di Bali, tapi kawah ini terbuka di ujung selatan, membebaskan sungai Yeh Mawa untuk mengalir.

Abang

Gunung Abang (2,152 mdpl) adalah titik tertinggi di rim kaldera Batur, tertinggi ketiga di Bali, terletak di Kabupaten Bangli dan Abang terletak di sebelah timur Danau Batur, Gn. Abang sebelumnya adalah bagian asli dari gunung Batur, tetapi ketika gunung berapi dengan ketinggian 4,000 meteran ini memiliki letusan besar di zaman prasejarah, kemudian tidak meninggalkan apa-apa kecuali sebuah kaldera besar dan kerucut kecil. Abang bukanlah puncak yang populer di kalangan petualang pendaki gunung, meskipun tidak sulit untuk pendakiannya, tetapi pemandangan yang sangat indah dari Gn. Batur dan danau Batur bisa kita lihat dari puncak Gn. Abang.

Adeng

Gunung Adeng adalah sebuah stratovolcano tidak aktif di daerah vulkanik Bedugul . Adeng memiliki ketinggian 1,826 meter dan terletak di Kabupaten Tabanan.

Lesung/Lesong

Gunung Lesung juga disebut Lesong adalah sebuah stratovolcano tidak aktif di wilayah vulkanik Bedugul, tepat di sebelah selatan Danau Tamblingan, yang terletak di Kabupaten Buleleng. Lesung memiliki kawah besar di puncaknya, lebih dari setengah ukuran Gn. Agung. Puncak tertinggi gunung Lesung adalah 1,860 meter di atas permukaan laut. Meskipun Lesung telah pernah didaki, pendaki biasanya menghindari perjalanan panjang melalui hutan lebat untuk mencapai puncaknya.

Gunung Lesung
Gn. Lesung dan Danau Tamblingan, Bali

Catur

Gunung Catur (2,098 mdpl), kadang-kadang juga dieja Catu dan orang-orang Bali biasa menyebutnya Puncak/Pucak Mangu, adalah titik tertinggi sepanjang tepi kaldera Bedugul, dan tertinggi keempat di Bali dan Catur terletak di Kabupaten Tabanan dan juga kabupaten Badung. Catur terletak di sebelah timur Danau Beratan dan cukup populer di kalangan pendaki dan trekker meskipun hutan lebat menutupi pandangan. Pura Hindu Bali (Pura Pucak Mangu) juga terletak di sini.

Lempuyang/Seraya

Gunung Lempuyang, juga disebut Bukit Belibis/Bisbis dan Gunung Seraya, terletak di Kabupaten Karangasem, di ujung paling timur dari pulau dewata Bali, disebelah timur Gunung Agung. Puncak nya pada ketinggian 1,058 mdpl ada pada tepi selatan dari kaldera. Pura Luhur Lempuyang adalah salah satu dari sembilan pura utama di Bali yang terletak di lereng barat Gn. Lempuyang.

Sanghyang/Sengjang

Gunung Sanghyang juga disebut Sengjang atau Sengayang adalah sebuah stratovolcano tidak aktif di daerah vulkanik Bedugul. Tinggi totalnya adalah 2,087 mdpl dan terletak di Kabupaten Tabanan dan menjadi keenam tertinggi di Bali. Sanghyang hampir sepenuhnya diabaikan oleh pendaki karena situasi yang terisolasi di bagian utara dari Gunung Batukaru, sebelah barat dari Gn. Adeng dan Gn. Pohen, dan di sebelah selatan dari Gn. Lesung.

Prapat Agung

Gunung Prapat Agung adalah gunung kecil di semenanjung di ujung barat laut Bali. Prapat Agung adalah bagian dari Taman Nasional Bali Barat dengan ketinggian 310 meter, yang terletak di Kabupaten Buleleng. Prapat Agung sebagian besar terdiri dari batu kapur, menjadikannya salah satu dari tiga tempat di Bali yang terdapat batu kapur (tempat yang lainnya adalah Bukit Jimbaran dan Nusa Penida).

Pohen/Pohang

Gunung Pohen/Pohang adalah sebuah stratovolcano tidak aktif di wilayah Bedugul, yang terletak di Kabupaten Tabanan. Pohen terletak di sebelah barat daya dari Bedugul sendiri. Tingginya adalah 2,089 mdpl menjadikannya sebagai puncak kelima tertinggi di Bali.

Klatakan/Kelatakan

Gunung Kelatakan/Klatakan mempunyai ketinggian 698 m, terletak di Kabupaten Jembrana, di bagian barat dari pulau Bali.

Sangiang

Gunung Sangiang berlokasi di bagian Kabupaten Jembrana, total ketinggiannya adalah 1,004 m.

Merbuk

Gunung Merbuk tingginya adalah 1,356 m, terdapat di daerah Jembrana.

Mesehe

Gunung Mesehe dengan tinggi 1,300 m, terletak di Kabupaten Jembrana Bali.

Ngandang

Gunung Ngandang berlokasi di Jembrana dengan total tinggi 622 m.

Musi

Gunung Musi tingginya adalah 1,215 meter, juga terletak di Kabupaten Jembrana Bali adalah sebuah bukit yang tepatnya berada di timur gunung Mesehe dan di sebelah utara Taman Nasional Bali Barat.

Gunung Musi
Gn. Musi - foto via Santai Area

Mundi

Gunung Mundi berlokasi di Kabupaten Klungkung, dengan ketinggian mencapai 529 m. Klungkung hanya mempunyai satu gunung di daerah teritorinya.

Penulisan

Gunung Penulisan juga disebut Bukit Penulisan, dengan ketinggian 1,745 mdpl, terletak di kabupaten Bangli. tempat suci yang dikenal luas dan sakral bagi masyarakat Hindu Bali yaitu Pura Pucak Penulisan yang juga terletak disini.

Sidemen

Gunung Sidemen dengan tinggi 826 meters berlokasi di Karangasem Bali.

Banyu Wedang

GUnung Banyu Wedang terletak di Buleleng Bali,dengan total tinggi 430 m.

Patas

Gunung Patas mempunyai ketinggian 1,414 mdpl dan terletak di Kabupaten Buleleng.

Lok Badung

Gunung Lok Badung terletak di daerah Buleleng dengan tinggi mencapai 1,028 meter.

Kutul

Gunung Kutul berlokasi di Kabupaten Buleleng dengan total ketinggian 842 meter.

Silang Jana

Gunung Silang Jana juga terletak di Buleleng dengan tinggi mencapai 1,903 meter.

Referensi : Wikipedia, Badan Pusat Statistik Provinsi Bali
Permalink: Daftar Nama Pegunungan dan Gunung Berapi di Pulau Bali | Bali Glory

Gunung di Bali dan juga gunung berapi, pulau Bali selain sebagai tempat wisata yang mempunyai pantai yang indah dan budaya yang unik, pulau dewata juga mempunyai jejeran pegunungan dan juga gunung berapi aktif. Pegunungan dan gunung berapi yang ada di pulau Bali juga banyak dikenal oleh pendaki gunung baik lokal maupun pendaki mancanegara sebagai tempat favorit untuk mendaki dan trekking ketika mereka liburan di Bali. Dibawah ini adalah daftar/list nama pegunungan dan gunung api yang ada di pulau Bali.

GunungTinggiLokasi
Agung3,142 mKarangasem
Abang2,152 mBangli
Adeng1,826 mTabanan
Batukaru2,276 mTabanan
Batur1,717 mBangli
Banyu Wedang430 mBuleleng
Catur2,098 mTabanan
Klatakan/Kelatakan698 mJembrana
Kutul842 mBuleleng
Lempuyang/Seraya1,058 mKarangasem
Lesung/Lesong1,860 mBuleleng
Lok Badung1,028 mBuleleng
Merbuk1,356 mJembrana
Mesehe1,300 mJembrana
Musi1,215 mJembrana
Mundi529 mKlungkung
Ngandang622 mJembrana
Patas1,414 mBuleleng
Penulisan1,745 mBangli
Pohen/Pohang2,089 mTabanan
Prapat Agung310 mBuleleng
Sanghyang/Sengjang2,087 mTabanan
Sangiang1,004 mJembrana
Sidemen826 mKarangasem
Silang Jana1,903 mBuleleng

Agung

Gunung Agung adalah yang tertinggi di Bali (3,142 mdpl), berdiri dan terbentang di bagian tengah-timur dari pulau Bali, berlokasi di Kabupaten Karangasem. Secara geologis, Gunung Agung adalah sebuah stratovolcano aktif, dan telah memiliki letusan besar di masa lalu, yang paling signifikan adalah pada tahun 1963. Tetapi semenjak letusan terakhir tahun 1963, tidak ada lagi aktifitas vulkanik sampai hari ini, bisa dikatakan bahwa gunung Agung sedang tidur sekarang. Menurut masyarakat Hindu di Bali, Agung adalah gunung yang paling suci di Bali dan sebagai tempat sakral bagi pura yang terbesar di Bali yaitu Pura Besakih. Agung sangat populer dengan pendaki gunung dan trekker, gunung Agung sangat terkenal dengan pendakian matahari terbit (sunrise trekking) tetapi karena kesulitannya, gunung Agung kurang terkenal bagi turis dibandingkan dengan gunung Batur.

Gunung berapi Agung
Pura Besakih dan Gn. Agung dibelakangnya

Letusan Gunung Agung
Letusan Gn. Agung - Mei 1963

Gunung Agung meletus pada Mei 1963, dengan Pura Besakih di lereng depannya. Letusan Gunung Agung menyebabkan banyak kesulitan dan penderitaan di Bali selama dan setelah 1963. Gunung berapi ini sebelumnya tidak meletus dalam catatan sejarah. Letusan terjadi pada saat pelaksanaan upacara keagamaan Eka Dasa Rudra yang diadakan pada setiap 100 tahun sekali di Pura Besakih.

Batur

Gunung Batur adalah sebuah stratovolcano kecil di utara-tengah pulau Bali terletak di Kabupaten Bangli. Batur memiliki ketinggian 1,717 meter dan memiliki beberapa kawah. Gunung Batur terletak dalam kaldera besar, terdapat sisa-sisa letusan dahsyat pada masa prasejarah dari gunung berapi yang pernah memiliki ketinggian lebih dari 4,000 meter ini. Batur adalah gunung berapi yang masih tetap aktif sampai hari ini dan telah tercatat meletus lebih dari 20 kali dalam dua abad terakhir. Letusan besar terjadi pada tahun 1917 , 1926 dan 1963 (tahun yang sama dengan letusan besar gunung Agung), sehingga membuat gunung Batur adalah gunung berapi yang paling aktif di pulau dewata Bali. Liburan, Bali, Wisata Batur adalah tempat populer untuk mendaki di kalangan wisatawan dan menjadi tempat wisata favorit untuk trekking di Bali, Batur sangat populer untuk pendakian pada waktu matahari terbit (sunrise trekking), pada puncaknya bebas dari tutupan hutan, sehingga menawarkan pemandangan yang indah, spektakuler dan mudah diakses. Istilah "Batur" sering merujuk pada seluruh kaldera, termasuk gunung Abang, puncak ketiga tertinggi di Bali yang terletak di sepanjang pinggirannya.

Pegunungan dan Gunung Berapi di Pulau Bali Indonesia
Dari kiri: Batur, Abang dan Agung

Batukaru

Gunung Batukaru juga dieja Batukau atau Watukaru adalah gunung tertinggi kedua di Bali dengan ketinggian 2,276 meter, terletak di Kabupaten Tabanan. Batukaru berasal dari kata Bali "Batu/Watu" berarti "batu", dan "Karu/Kau" berarti "batok/tempurung kelapa" dalam bahasa Bali. Batukaru adalah puncak tertinggi di daerah vulkanik Bedugul tetapi tidak aktif sampai sekarang. Gunung Batukaru juga disucikan oleh masyarakat Hindu Bali, dan memiliki sebuah tempat suci di lereng selatannya yaitu Pura Luhur Batukaru. Batukaru relatif tidak populer bagi kalangan pendaki untuk pendakian karena tertutup hutan lebat yang membatasi pandangan. Batukaru memiliki kawah besar, yang terbesar di Bali, tapi kawah ini terbuka di ujung selatan, membebaskan sungai Yeh Mawa untuk mengalir.

Abang

Gunung Abang (2,152 mdpl) adalah titik tertinggi di rim kaldera Batur, tertinggi ketiga di Bali, terletak di Kabupaten Bangli dan Abang terletak di sebelah timur Danau Batur, Gn. Abang sebelumnya adalah bagian asli dari gunung Batur, tetapi ketika gunung berapi dengan ketinggian 4,000 meteran ini memiliki letusan besar di zaman prasejarah, kemudian tidak meninggalkan apa-apa kecuali sebuah kaldera besar dan kerucut kecil. Abang bukanlah puncak yang populer di kalangan petualang pendaki gunung, meskipun tidak sulit untuk pendakiannya, tetapi pemandangan yang sangat indah dari Gn. Batur dan danau Batur bisa kita lihat dari puncak Gn. Abang.

Adeng

Gunung Adeng adalah sebuah stratovolcano tidak aktif di daerah vulkanik Bedugul . Adeng memiliki ketinggian 1,826 meter dan terletak di Kabupaten Tabanan.

Lesung/Lesong

Gunung Lesung juga disebut Lesong adalah sebuah stratovolcano tidak aktif di wilayah vulkanik Bedugul, tepat di sebelah selatan Danau Tamblingan, yang terletak di Kabupaten Buleleng. Lesung memiliki kawah besar di puncaknya, lebih dari setengah ukuran Gn. Agung. Puncak tertinggi gunung Lesung adalah 1,860 meter di atas permukaan laut. Meskipun Lesung telah pernah didaki, pendaki biasanya menghindari perjalanan panjang melalui hutan lebat untuk mencapai puncaknya.

Gunung Lesung
Gn. Lesung dan Danau Tamblingan, Bali

Catur

Gunung Catur (2,098 mdpl), kadang-kadang juga dieja Catu dan orang-orang Bali biasa menyebutnya Puncak/Pucak Mangu, adalah titik tertinggi sepanjang tepi kaldera Bedugul, dan tertinggi keempat di Bali dan Catur terletak di Kabupaten Tabanan dan juga kabupaten Badung. Catur terletak di sebelah timur Danau Beratan dan cukup populer di kalangan pendaki dan trekker meskipun hutan lebat menutupi pandangan. Pura Hindu Bali (Pura Pucak Mangu) juga terletak di sini.

Lempuyang/Seraya

Gunung Lempuyang, juga disebut Bukit Belibis/Bisbis dan Gunung Seraya, terletak di Kabupaten Karangasem, di ujung paling timur dari pulau dewata Bali, disebelah timur Gunung Agung. Puncak nya pada ketinggian 1,058 mdpl ada pada tepi selatan dari kaldera. Pura Luhur Lempuyang adalah salah satu dari sembilan pura utama di Bali yang terletak di lereng barat Gn. Lempuyang.

Sanghyang/Sengjang

Gunung Sanghyang juga disebut Sengjang atau Sengayang adalah sebuah stratovolcano tidak aktif di daerah vulkanik Bedugul. Tinggi totalnya adalah 2,087 mdpl dan terletak di Kabupaten Tabanan dan menjadi keenam tertinggi di Bali. Sanghyang hampir sepenuhnya diabaikan oleh pendaki karena situasi yang terisolasi di bagian utara dari Gunung Batukaru, sebelah barat dari Gn. Adeng dan Gn. Pohen, dan di sebelah selatan dari Gn. Lesung.

Prapat Agung

Gunung Prapat Agung adalah gunung kecil di semenanjung di ujung barat laut Bali. Prapat Agung adalah bagian dari Taman Nasional Bali Barat dengan ketinggian 310 meter, yang terletak di Kabupaten Buleleng. Prapat Agung sebagian besar terdiri dari batu kapur, menjadikannya salah satu dari tiga tempat di Bali yang terdapat batu kapur (tempat yang lainnya adalah Bukit Jimbaran dan Nusa Penida).

Pohen/Pohang

Gunung Pohen/Pohang adalah sebuah stratovolcano tidak aktif di wilayah Bedugul, yang terletak di Kabupaten Tabanan. Pohen terletak di sebelah barat daya dari Bedugul sendiri. Tingginya adalah 2,089 mdpl menjadikannya sebagai puncak kelima tertinggi di Bali.

Klatakan/Kelatakan

Gunung Kelatakan/Klatakan mempunyai ketinggian 698 m, terletak di Kabupaten Jembrana, di bagian barat dari pulau Bali.

Sangiang

Gunung Sangiang berlokasi di bagian Kabupaten Jembrana, total ketinggiannya adalah 1,004 m.

Merbuk

Gunung Merbuk tingginya adalah 1,356 m, terdapat di daerah Jembrana.

Mesehe

Gunung Mesehe dengan tinggi 1,300 m, terletak di Kabupaten Jembrana Bali.

Ngandang

Gunung Ngandang berlokasi di Jembrana dengan total tinggi 622 m.

Musi

Gunung Musi tingginya adalah 1,215 meter, juga terletak di Kabupaten Jembrana Bali adalah sebuah bukit yang tepatnya berada di timur gunung Mesehe dan di sebelah utara Taman Nasional Bali Barat.

Gunung Musi
Gn. Musi - foto via Santai Area

Mundi

Gunung Mundi berlokasi di Kabupaten Klungkung, dengan ketinggian mencapai 529 m. Klungkung hanya mempunyai satu gunung di daerah teritorinya.

Penulisan

Gunung Penulisan juga disebut Bukit Penulisan, dengan ketinggian 1,745 mdpl, terletak di kabupaten Bangli. tempat suci yang dikenal luas dan sakral bagi masyarakat Hindu Bali yaitu Pura Pucak Penulisan yang juga terletak disini.

Sidemen

Gunung Sidemen dengan tinggi 826 meters berlokasi di Karangasem Bali.

Banyu Wedang

GUnung Banyu Wedang terletak di Buleleng Bali,dengan total tinggi 430 m.

Patas

Gunung Patas mempunyai ketinggian 1,414 mdpl dan terletak di Kabupaten Buleleng.

Lok Badung

Gunung Lok Badung terletak di daerah Buleleng dengan tinggi mencapai 1,028 meter.

Kutul

Gunung Kutul berlokasi di Kabupaten Buleleng dengan total ketinggian 842 meter.

Silang Jana

Gunung Silang Jana juga terletak di Buleleng dengan tinggi mencapai 1,903 meter.

Referensi : Wikipedia, Badan Pusat Statistik Provinsi Bali
Permalink: Daftar Nama Pegunungan dan Gunung Berapi di Pulau Bali | Bali Glory

Minggu, 05 Juli 2015

Kabupaten Tabanan, Bali

Bali - Hallo sahabat WIsata Bali dan Sekitarnya, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bali, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bali, Artikel Tabanan, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Kabupaten Tabanan, Bali
link : Kabupaten Tabanan, Bali

Baca juga


Bali

Tabanan adalah sebuah Kabupaten yang termasuk di wilayah provinsi Bali, Indonesia. Terletak disebelah selatan pulau Bali, kira-kira 35 km disebelah barat dari kota Denpasar. Luas area kabupaten Tabanan adalah 839.33 km² (14.90% dari luas pulau Bali).

Konten
Simbol/Lambang Kabupaten Tabanan
Topografi Tabanan
Bagian Wilayah Kabupaten Tabanan
Tempat Wisata di Tabanan
Peta Tabanan

Tabanan
Jatiluwih, Tabanan - Bali

Simbol/Lambang Kabupaten Tabanan

Tabanan, Bali-IndonesiaLambang/simbol atau logo dari kabupaten Tabanan adalah berbentuk segi lima dengan garis pinggir yang menyimbulkan Pancasila (Landasan filosofi negara Republik Indonesia) yang merupakan landasan dasar yang dijunjung tinggi dan selalu menerangi jiwa rakyatnya. Di dalam bentuk lambang segi lima tersebut ada beberapa simbol yaitu gunung Batukaru dengan warna hitam yang melambangkan kemakmuran dan kekuatan dari rakyat Tabanan dalam semangat dinamis menuju masyarakat yang adil dan makmur, Pura (Monumen) dengan warna putih melambangkan kepahlawanan rakyat Tabanan dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. Padi dan Kapas (beras di sisi kiri dengan warna kuning dan kapas di sisi kanan dengan warna putih) melambangkan makanan dan pakaian yang menjadi kebutuhan dasar sehari-hari, 20 butir beras dan 11 buah kapas/katun melambangkan perang Puputan Margarana pada 20 November 1946 melawan kolonial Belanda di Tabanan. Ada juga kata "Tabanan" yang berarti kabupaten Tabanan itu sendiri, dan ada motto "Sadhu Mawang Anuraga" yang berarti setia dan bijaksana untuk menjalankan kebenaran demi cinta kepada masyarakat. Lambang kabupaten daerah tingkat II Tabanan ini memiliki 4 warna, warna hitam berarti keagungan, warna kuning berarti keluhuran, warna hijau muda berarti kemurnian dan warna putih berarti kesucian.

Topografi Tabanan

Daerah Tabanan BaliSecara geografis kabupaten Tabanan terletak di antara 114° - 54' 52" Bujur Timur dan 8° 14' 30" - 8° 30' 07" Lintang Selatan, topografi Kabupaten Tabanan terletak pada ketinggian 0-2,276 m di atas permukaan laut dengan rincian pada ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut merupakan daerah datar dengan kemiringan 2-15%, dan pada ketinggian 500-1000 m di atas permukaan laut adalah derah datar menurun ke daerah miring dengan kemiringan 15-40%. Di daerah yang memiliki kemiringan 2-15% dan 15-40% adalah daerah yang cukup subur di mana petani melakukan kegiatan pertanian untuk memenuhi kebutuhan. Liburan Bali, Akomodasi, Panduan Wisata Di daerah yang memiliki ketinggian lebih dari 1.000 m di atas permukaan laut dan dengan kemiringan 40% keatas adalah daerah berbukit dan curam, total 23.358 hektar atau 28,00% dari luas lahan di Kabupaten Tabanan adalah sawah, sehingga Tabanan dikenal sebagai daerah pertanian atau lumbung beras.

Batas-batas wilayah Kabupaten Tabanan adalah: di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Buleleng yang dibatasi oleh pegunungan seperti Gunung Batukaru (2.276 m), Gunung Sanghyang (2.087 m), Gunung Pohen (2.089 m), di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Badung yang dibatasi oleh sungai Yeh Sungi, sungai Yeh Ukun dan sungai Yeh Penet. Di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia dengan lebar pantai sekitar 37 km, di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Jembrana yang dibatasi oleh sungai Yeh Let.

Bagian Wilayah Kabupaten Tabanan

Kabupaten Tabanan dibagi menjadi 10 Kecamatan, diantaranya adalah:

  1. Baturiti
  2. Kediri
  3. Marga
  4. Kerambitan
  5. Penebel
  6. Pupuan
  7. Tabanan
  8. Selemadeg
  9. Selemadeg Timur
  10. Selemadeg Barat

Tempat Wisata di Tabanan

Tempat wisata di Tabanan, objek wisata menarik

Tabanan juga merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang memiliki tempat wisata yang menarik dan populer di Bali, Ada banyak tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi di Tabanan, dan juga ada banyak hotel, restoran, villa dan akomodasi lainnya yang cocok dan baik digunakan sebagai liburan keluarga atau hanya sekedar sebagai tempat untuk bersantai. Berikut adalah beberapa objek wisata terbaik di Kabupaten Tabanan.

Peta Tabanan

Lokasi dan Peta Tabanan Bali oleh Google Maps

Permalink: Kabupaten Tabanan, Bali | Bali Glory
Referensi : Situs Resmi Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan

Tabanan adalah sebuah Kabupaten yang termasuk di wilayah provinsi Bali, Indonesia. Terletak disebelah selatan pulau Bali, kira-kira 35 km disebelah barat dari kota Denpasar. Luas area kabupaten Tabanan adalah 839.33 km² (14.90% dari luas pulau Bali).

Konten
Simbol/Lambang Kabupaten Tabanan
Topografi Tabanan
Bagian Wilayah Kabupaten Tabanan
Tempat Wisata di Tabanan
Peta Tabanan

Tabanan
Jatiluwih, Tabanan - Bali

Simbol/Lambang Kabupaten Tabanan

Tabanan, Bali-IndonesiaLambang/simbol atau logo dari kabupaten Tabanan adalah berbentuk segi lima dengan garis pinggir yang menyimbulkan Pancasila (Landasan filosofi negara Republik Indonesia) yang merupakan landasan dasar yang dijunjung tinggi dan selalu menerangi jiwa rakyatnya. Di dalam bentuk lambang segi lima tersebut ada beberapa simbol yaitu gunung Batukaru dengan warna hitam yang melambangkan kemakmuran dan kekuatan dari rakyat Tabanan dalam semangat dinamis menuju masyarakat yang adil dan makmur, Pura (Monumen) dengan warna putih melambangkan kepahlawanan rakyat Tabanan dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. Padi dan Kapas (beras di sisi kiri dengan warna kuning dan kapas di sisi kanan dengan warna putih) melambangkan makanan dan pakaian yang menjadi kebutuhan dasar sehari-hari, 20 butir beras dan 11 buah kapas/katun melambangkan perang Puputan Margarana pada 20 November 1946 melawan kolonial Belanda di Tabanan. Ada juga kata "Tabanan" yang berarti kabupaten Tabanan itu sendiri, dan ada motto "Sadhu Mawang Anuraga" yang berarti setia dan bijaksana untuk menjalankan kebenaran demi cinta kepada masyarakat. Lambang kabupaten daerah tingkat II Tabanan ini memiliki 4 warna, warna hitam berarti keagungan, warna kuning berarti keluhuran, warna hijau muda berarti kemurnian dan warna putih berarti kesucian.

Topografi Tabanan

Daerah Tabanan BaliSecara geografis kabupaten Tabanan terletak di antara 114° - 54' 52" Bujur Timur dan 8° 14' 30" - 8° 30' 07" Lintang Selatan, topografi Kabupaten Tabanan terletak pada ketinggian 0-2,276 m di atas permukaan laut dengan rincian pada ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut merupakan daerah datar dengan kemiringan 2-15%, dan pada ketinggian 500-1000 m di atas permukaan laut adalah derah datar menurun ke daerah miring dengan kemiringan 15-40%. Di daerah yang memiliki kemiringan 2-15% dan 15-40% adalah daerah yang cukup subur di mana petani melakukan kegiatan pertanian untuk memenuhi kebutuhan. Liburan Bali, Akomodasi, Panduan Wisata Di daerah yang memiliki ketinggian lebih dari 1.000 m di atas permukaan laut dan dengan kemiringan 40% keatas adalah daerah berbukit dan curam, total 23.358 hektar atau 28,00% dari luas lahan di Kabupaten Tabanan adalah sawah, sehingga Tabanan dikenal sebagai daerah pertanian atau lumbung beras.

Batas-batas wilayah Kabupaten Tabanan adalah: di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Buleleng yang dibatasi oleh pegunungan seperti Gunung Batukaru (2.276 m), Gunung Sanghyang (2.087 m), Gunung Pohen (2.089 m), di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Badung yang dibatasi oleh sungai Yeh Sungi, sungai Yeh Ukun dan sungai Yeh Penet. Di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia dengan lebar pantai sekitar 37 km, di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Jembrana yang dibatasi oleh sungai Yeh Let.

Bagian Wilayah Kabupaten Tabanan

Kabupaten Tabanan dibagi menjadi 10 Kecamatan, diantaranya adalah:

  1. Baturiti
  2. Kediri
  3. Marga
  4. Kerambitan
  5. Penebel
  6. Pupuan
  7. Tabanan
  8. Selemadeg
  9. Selemadeg Timur
  10. Selemadeg Barat

Tempat Wisata di Tabanan

Tempat wisata di Tabanan, objek wisata menarik

Tabanan juga merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang memiliki tempat wisata yang menarik dan populer di Bali, Ada banyak tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi di Tabanan, dan juga ada banyak hotel, restoran, villa dan akomodasi lainnya yang cocok dan baik digunakan sebagai liburan keluarga atau hanya sekedar sebagai tempat untuk bersantai. Berikut adalah beberapa objek wisata terbaik di Kabupaten Tabanan.

Peta Tabanan

Lokasi dan Peta Tabanan Bali oleh Google Maps

Permalink: Kabupaten Tabanan, Bali | Bali Glory
Referensi : Situs Resmi Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan

Rabu, 01 Juli 2015

Denpasar: Ibukota Provinsi Bali - Kota Denpasar

Bali - Hallo sahabat WIsata Bali dan Sekitarnya, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bali, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bali, Artikel Denpasar, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Denpasar: Ibukota Provinsi Bali - Kota Denpasar
link : Denpasar: Ibukota Provinsi Bali - Kota Denpasar

Baca juga


Bali

Kota Denpasar merupakan ibukota dari provinsi daerah Bali dan tentunya sebagai sebuah ibu kota, Denpasar menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian di Bali. Nama Denpasar diambil dari kata "Den" yang artinya utara dan "Pasar" yang artinya pasar, nama ini diambil karena letaknya di utara pasar Kumbasari.

Konten
Ibukota Provinsi BaliLetak Geografis Denpasar Iklim dan Cuaca Pariwisata DenpasarPeta Kota Denpasar

Ibukota Provinsi Bali

Denpasar
Foto credit: Antoine SIPOS via Flickr

Denpasar awalnya adalah pusat dari kerajaan Badung, dan ditaklukkan oleh Belanda selama intervensi Belanda di pulau Bali (1906), Denpasar tetap menjadi pusat administrasi Kabupaten Badung dan mulai tahun 1958 Denpasar menjadi pusat pemerintahan untuk provinsi Bali. Bali mengalami pertumbuhan yang sangat pesat baik dari segi fisik, ekonomi, sosial dan budaya setelah Denpasar digunakan sebagai pusat pemerintahan. Denpasar adalah pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat pendidikan, pusat industri dan pusat pariwisata yang terdiri dari 4 kecamatan, Liburan Wisata Bali, Akomodasi, Informasi yaitu Denpasar Barat, Denpasar Timur, Denpasar Selatan, Denpasar Utara. Dan pada tanggal 27 Februari 1993 Denpasar ditetapkan sebagai Kota Madya

Letak Geografis Denpasar

Kota Denpasar terletak pada ketinggian 0-75 m di atas permukaan laut. Dengan total luas 127,78 km² atau 2,18% dari luas wilayah Provinsi Bali. Dari penggunaan lahan, 2768 hektar lahan adalah persawahan, 10.001 hektar lahan kering dan lahan yang tersisa dari 9 hektar untuk penggunaan lainnya.

Iklim dan Cuaca

Denpasar terletak disebelah selatan khatulistiwa, memiliki iklim tropis basah/hujan dan kering, dengan cuaca panas dan lembab sepanjang tahun dan sedikit perubahan suhu sepanjang tahun. Tidak seperti kebanyakan kota lainnya di luar Indonesia dengan iklim seperti ini, ada sedikit perubahan suhu musiman, dengan suhu rata-rata sekitar 28° C. Setiap Tahun dibagi menjadi dua musim: hujan/basah dan kering. Musim hujan berlangsung kira-kira dari bulan November sampai bulan April, sementara musim kemarau berlangsung dari Mei hingga Oktober. Suhu yang tidak ekstrim, tapi panas, dikombinasikan dengan kelembaban dan curah hujan berlebihan, membuat iklim dan cuaca di Denpasar terasa kurang nyaman.

Pariwisata Denpasar

Patung Catur Muka - Denpasar, Informasi wisata
Foto credit: Angolming via Flickr

Denpasar memiliki banyak objek wisata. Pantai berpasir putih yang terkenal juga ada di daerah Denpasar. Pantai Sanur memiliki perairan lebih tenang dan sangat baik untuk berjemur ataupun untuk kegiatan olahraga air lainnya. Dan juga di pusat kota Denpasar memiliki beberapa tempat wisata dan tempat-tempat menarik untuk dikunjungi seperti Museum Bali, Monumen Bajra Sandhi (Renon), Monumen Puputan Badung, Taman Budaya Ardha Chandra (Art Centre Bali). Denpasar juga menjadi pusat perbelanjaan di Bali dengan banyaknya shopping mall dan pertokoan yang ada di daerah Denpasar, serta untuk kebutuhan makanan sehari-hari juga tersedia pasar lokal yang ada di pusat kota Denpasar seperti pasar Kumbasari. Untuk wisata kuliner di Denpasar juga banyak ditemui restoran-restoran ataupun warung makan yang menyajikan makanan lokal maupun internasional. Bandar udara juga tidak jauh dari kota Denpasar, kira-kira 30 menit untuk menempuh lapangan terbang internasional Ngurah Rai. Bandar udara internasional Ngurah Rai terletak di daerah Kuta. Kuta adalah tempat sebagian besar akomodasi seperti hotel, villa, restoran, mal, kafe, pasar, pusat perbelanjaan dan spa yang melayani wisatawan yang tengah berlibur di pulau Dewata. Di daerah Denpasar, semua jenis kerajinan Bali banyak ditemui di toko-toko lokal termasuk karya seni, tembikar, tekstil, dan perak.

Peta Kota Denpasar

Lokasi dan Peta Kota Denpasar Bali oleh Google Maps

Permalink: Denpasar: Ibukota Provinsi Bali - Kota Denpasar - Bali Glory
Situs Resmi: www.denpasarkota.go.id

Kota Denpasar merupakan ibukota dari provinsi daerah Bali dan tentunya sebagai sebuah ibu kota, Denpasar menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian di Bali. Nama Denpasar diambil dari kata "Den" yang artinya utara dan "Pasar" yang artinya pasar, nama ini diambil karena letaknya di utara pasar Kumbasari.

Konten
Ibukota Provinsi BaliLetak Geografis Denpasar Iklim dan Cuaca Pariwisata DenpasarPeta Kota Denpasar

Ibukota Provinsi Bali

Denpasar
Foto credit: Antoine SIPOS via Flickr

Denpasar awalnya adalah pusat dari kerajaan Badung, dan ditaklukkan oleh Belanda selama intervensi Belanda di pulau Bali (1906), Denpasar tetap menjadi pusat administrasi Kabupaten Badung dan mulai tahun 1958 Denpasar menjadi pusat pemerintahan untuk provinsi Bali. Bali mengalami pertumbuhan yang sangat pesat baik dari segi fisik, ekonomi, sosial dan budaya setelah Denpasar digunakan sebagai pusat pemerintahan. Denpasar adalah pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat pendidikan, pusat industri dan pusat pariwisata yang terdiri dari 4 kecamatan, Liburan Wisata Bali, Akomodasi, Informasi yaitu Denpasar Barat, Denpasar Timur, Denpasar Selatan, Denpasar Utara. Dan pada tanggal 27 Februari 1993 Denpasar ditetapkan sebagai Kota Madya

Letak Geografis Denpasar

Kota Denpasar terletak pada ketinggian 0-75 m di atas permukaan laut. Dengan total luas 127,78 km² atau 2,18% dari luas wilayah Provinsi Bali. Dari penggunaan lahan, 2768 hektar lahan adalah persawahan, 10.001 hektar lahan kering dan lahan yang tersisa dari 9 hektar untuk penggunaan lainnya.

Iklim dan Cuaca

Denpasar terletak disebelah selatan khatulistiwa, memiliki iklim tropis basah/hujan dan kering, dengan cuaca panas dan lembab sepanjang tahun dan sedikit perubahan suhu sepanjang tahun. Tidak seperti kebanyakan kota lainnya di luar Indonesia dengan iklim seperti ini, ada sedikit perubahan suhu musiman, dengan suhu rata-rata sekitar 28° C. Setiap Tahun dibagi menjadi dua musim: hujan/basah dan kering. Musim hujan berlangsung kira-kira dari bulan November sampai bulan April, sementara musim kemarau berlangsung dari Mei hingga Oktober. Suhu yang tidak ekstrim, tapi panas, dikombinasikan dengan kelembaban dan curah hujan berlebihan, membuat iklim dan cuaca di Denpasar terasa kurang nyaman.

Pariwisata Denpasar

Patung Catur Muka - Denpasar, Informasi wisata
Foto credit: Angolming via Flickr

Denpasar memiliki banyak objek wisata. Pantai berpasir putih yang terkenal juga ada di daerah Denpasar. Pantai Sanur memiliki perairan lebih tenang dan sangat baik untuk berjemur ataupun untuk kegiatan olahraga air lainnya. Dan juga di pusat kota Denpasar memiliki beberapa tempat wisata dan tempat-tempat menarik untuk dikunjungi seperti Museum Bali, Monumen Bajra Sandhi (Renon), Monumen Puputan Badung, Taman Budaya Ardha Chandra (Art Centre Bali). Denpasar juga menjadi pusat perbelanjaan di Bali dengan banyaknya shopping mall dan pertokoan yang ada di daerah Denpasar, serta untuk kebutuhan makanan sehari-hari juga tersedia pasar lokal yang ada di pusat kota Denpasar seperti pasar Kumbasari. Untuk wisata kuliner di Denpasar juga banyak ditemui restoran-restoran ataupun warung makan yang menyajikan makanan lokal maupun internasional. Bandar udara juga tidak jauh dari kota Denpasar, kira-kira 30 menit untuk menempuh lapangan terbang internasional Ngurah Rai. Bandar udara internasional Ngurah Rai terletak di daerah Kuta. Kuta adalah tempat sebagian besar akomodasi seperti hotel, villa, restoran, mal, kafe, pasar, pusat perbelanjaan dan spa yang melayani wisatawan yang tengah berlibur di pulau Dewata. Di daerah Denpasar, semua jenis kerajinan Bali banyak ditemui di toko-toko lokal termasuk karya seni, tembikar, tekstil, dan perak.

Peta Kota Denpasar

Lokasi dan Peta Kota Denpasar Bali oleh Google Maps

Permalink: Denpasar: Ibukota Provinsi Bali - Kota Denpasar - Bali Glory
Situs Resmi: www.denpasarkota.go.id

Selasa, 30 Juni 2015

Bali: Sejarah Singkat Tentang Pulau Dewata

Bali - Hallo sahabat WIsata Bali dan Sekitarnya, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bali, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bali, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Bali: Sejarah Singkat Tentang Pulau Dewata
link : Bali: Sejarah Singkat Tentang Pulau Dewata

Baca juga


Bali

Pulau Bali

Bali adalah sebuah provinsi dari Republik Indonesia yang terletak diantara pulau Jawa dan pulau Lombok, pulau Bali juga terkenal dengan sebutan PULAU DEWATA, PULAU SERIBU PURA dan BALI DWIPA. Bali juga mempunyai beberapa pulau kecil yang termasuk dalam wilayah provinsi Bali, diantaranya adalah pulau Nusa Penida, pulau Nusa Lembongan, Pulau Ceningan, pulau Serangan, dan pulau Menjangan.

Konten
Pulau Bali
Sejarah Bali
Letak Geografis Pulau Bali
Bagian Wilayah
Peta Pulau Bali

Ibukota dari provinsi Bali adalah Denpasar yang terletak di sebelah selatan dari pulau Bali, Bali sangat terkenal diseluruh Indonesia dan bahkan di seluruh dunia sebagai daerah atau tujuan wisata dunia dengan seni dan kebudayaannya yang unik disertai dengan pemandangan alam dan laut yang indah. Pulau dewata adalah tempat yang sangat baik untuk liburan keluarga ataupun untuk berbulan madu yang dilengkapi dengan fasilitas ataupun akomodasi tingkat dunia (world class), dan juga Bali memiliki banyak objek wisata yang terkenal di dunia yang menarik untuk dikunjungi.

Sejarah Bali

Bali telah dihuni oleh bangsa Austronesia sekitar tahun 2000 sebelum Masehi yang bermigrasi dan berasal dari Taiwan melalui Maritime Asia Tenggara. Budaya dan bahasa dari orang Bali demikian erat kaitannya dengan orang-orang dari kepulauan Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Oseania. Alat-alat batu yang berasal dari saat itu telah ditemukan di dekat desa Cekik di sebelah barat pulau Bali.

Pada masa Bali kuno, terdapat sembilan sekte Hindu yaitu Pasupata, Bhairawa, Siwa Shidanta, Waisnawa, Bodha, Brahma, Resi, Sora dan Ganapatya. Setiap sekte menghormati dewa tertentu sebagai Ketuhanan pribadinya. Budaya Bali sangat dipengaruhi oleh budaya India, Cina, dan khususnya Hindu, mulai sekitar abad 1 Masehi. Nama Bali Dwipa ("pulau Bali") telah ditemukan dari berbagai prasasti, termasuk pilar prasasti Blanjong yang ditulis oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 914 Masehi yang menyebutkan "Walidwipa". Pada masa itu sistem irigasi Subak yang kompleks sudah dikembangkan untuk menanam padi. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya masih ada sampai saat ini dan dapat ditelusuri kembali pada masa itu. Kerajaan Hindu Majapahit (1293-1520 Masehi) di Jawa Timur mendirikan sebuah koloni di Bali pada tahun 1343. Ketika masa kejayaan sudah menurun, ada eksodus besar-besaran dari intelektual, seniman, pendeta, dan musisi dari Jawa ke Bali pada abad ke-15.

Pulau Dewata Bali

Kontak dari bangsa Eropa pertama kali dengan Bali diperkirakan telah terjadi pada tahun 1585 ketika sebuah kapal Portugis kandas di lepas Semenanjung Bukit dan meninggalkan beberapa orang Portugis dalam pelayanan Dewa Agung. Pada tahun 1597 penjelajah Belanda yang bernama Cornelis de Houtman tiba di Bali dan dengan pembentukan Perusahaan India Timur Belanda pada tahun 1602, sebuah tempat didirikan untuk mengontrol kolonial dan dua setengah abad kemudian ketika pengontrolan dari pihak Belanda diperluas di seluruh Indonesia, kontrol politik dan ekonomi Belanda atas Bali dimulai pada tahun 1840-an di pantai utara pulau Bali, ketika itu Belanda mengadu domba antara kerajaan-kerajaan di Bali agar tidak percaya terhadap satu sama lain dan pada akhir 1890-an, perjuangan antara kerajaan Bali di selatan pulau Bali itu dimanfaatkan oleh Belanda untuk meningkatkan kendali mereka.

Belanda melakukan serangan angkatan laut dan darat besar-besaran di wilayah Sanur pada tahun 1906 dan bertemu dengan ribuan anggota keluarga kerajaan dan para pengikut mereka yang berjuang melawan pasukan Belanda dengan serangan defensif bunuh diri (puputan) yang dilakukan oleh anggota keluarga kerajaan dan ribuan pengikut mereka daripada menghadapi penghinaan menyerah dari Belanda. Sekitar lebih dari 1.000 orang Bali meninggal pada saat itu melawan penjajah. Dalam intervensi Belanda di Bali pada tahun 1908, pembantaian serupa terjadi dalam menghadapi serangan Belanda di Klungkung. Setelah itu gubernur Belanda mampu melakukan kontrol administratif atas pulau Bali, tetapi kontrol lokal atas agama dan budaya umumnya tetap utuh.

Pada tahun 1930-an, antropolog Margaret Mead dan Gregory Bateson, Liburan Bali, Akomodasi, Panduan Wisata dan seniman Miguel Covarrubias dan Walter Spies, dan musikolog Colin McPhee menciptakan citra barat tentang Bali sebagai "tanah terpesona yang damai dengan diri mereka sendiri dan alam", dan pariwisata Barat pertama kali dikembangkan di pulau Bali pada saat itu.

Imperial Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II. Pulau Bali awalnya bukan target dalam Kampanye Hindia Belanda mereka, tetapi karena lapangan terbang di Kalimantan yang tidak beroperasi karena hujan lebat tentara Kekaisaran Jepang memutuskan untuk menduduki Bali, yang tidak memiliki cuaca yang sebanding seperti Kalimantan. Pulau Bali pada saat itu tidak memiliki tentara Royal Netherlands East Indies Army (KNIL), yang ada hanyalah Native Auxiliary Corps Prajoda (Korps Prajoda) yang terdiri dari sekitar 600 tentara asli dan beberapa petugas Belanda KNIL di bawah komando Letkol KNIL WP Roodenburg. Pada tanggal 19 Februari 1942 pasukan Jepang mendarat di dekat Sanur. Pulau Bali cepat dikuasai oleh Jepang, selama pendudukan Jepang perwira militer Bali I Gusti Ngurah Rai, membentuk Bali 'bebas tentara'. Kurangnya perubahan kelembagaan dari waktu pemerintahan Belanda dan kerasnya permintaan resmi perang membuat pemerintahan Jepang sedikit lebih baik dari Belanda. Setelah Jepang menyerah di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda kembali ke Indonesia termasuk Bali dan segera ingin mengembalikan administrasi sebelum perang kolonial mereka. Hal ini ditentang oleh para pemberontak Bali yang pada saat itu sudah menggunakan senjata dari Jepang. Pada tanggal 20 November 1946, Pertempuran terjadi di Marga Tabanan di Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, saat itu berusia 29 tahun, akhirnya membawa pasukannya ke Marga Rana, di mana mereka membuat serangan bunuh diri ke pihak Belanda yang bersenjata. Pasukan batalion Bali seluruhnya dihapus oleh Belanda, menghancurkan perlawanan terakhir dari perlawanan militer Bali. Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah administratif dari negara bagian yang baru diproklamasikan oleh Indonesia Timur, lawan dari negara Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dipimpin oleh Soekarno dan Hatta. Bali masuk dalam "Republik Indonesia" ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949.

Letak Geografis Pulau Bali

Pulau Bali terletak kira-kira 3.2 km di sebelah timur pulau Jawa, dan kira-kira 8 derajat sebelah selatan khatulistiwa. Pulau Bali dan Jawa dipisahkan oleh Selat Bali. Dari timur ke barat memiliki panjang sekitar 153 km dan mempunyai lebar dari utara ke selatan sekitar 112 km, total luas pulau Bali adalah 5,632 km².

Pegunungan yang ada di bagian tengah pulau Bali memiliki beberapa puncak yang memiliki ketinggian lebih dari 3.000 meter dari permukaan laut. puncak yang tertinggi adalah Gunung Agung (3.142 meter), yang dikenal sebagai "gunung ibu" yang merupakan gunung berapi yang sudah tidak aktif. Alam vulkanik Bali telah memberikan kontribusi untuk kesuburan yang luar biasa dan pegunungan tinggi yang menyediakan curah hujan tinggi yang mendukung sektor pertanian yang sangat produktif. Di sebelah selatan area pegunungan adalah daerah yang sangat luas, dari lereng pegunungan terus turun sampai daerah pantai di mana sebagian besar tanaman padi tumbuh dan berkembang besar di Bali. Di sisi utara lereng pegunungan memiliki daerah yang lebih curam ke laut dan merupakan daerah penghasil kopi utama di Bali dan juga sayur-sayuran ataupun ternak. Sungai terpanjang di Bali adalah sungai Ayung, mengalir ke laut sekitar 75 km.

Pulau Dewata dikelilingi oleh laut yang banyak terdapat terumbu karang. Pantai di selatan cenderung memiliki pasir putih sementara yang di utara dan barat memiliki pasir hitam. Bali tidak memiliki saluran air besar, meskipun sungai Ho dilewati oleh kapal dengan sampan kecil. Pantai yang ber-pasir hitam antara pantai Pasut dan pantai Klatingdukuh sedang dikembangkan oleh pemerintah Bali untuk pariwisata, tetapi selain dari pura yang ada di pantai Tanah Lot, pantai-pantai yang ber-pasir hitam lainnya belum digunakan untuk pariwisata secara signifikan.

Kota terbesar yang ada di Bali dan sekaligus merupakan ibukota provinsi Bali adalah Kota Denpasar, dekat dengan daerah pantai selatan. Populasinya adalah sekitar 491.500 jiwa (2002). Kota terbesar kedua di Bali adalah ibu kota kolonial tua yaitu Singaraja, yang terletak di pantai utara dan memiliki penduduk sekitar 100.000 orang. Kota/Daerah penting lainnya yang termasuk resor pantai adalah Kuta, yang bisa dibilang bagian dari kawasan perkotaan Denpasar, dan Ubud yang terletak di utara Denpasar yang merupakan pusat budaya di pulau Bali.

Tiga pulau-pulau kecil yang terletak di sebelah tenggara secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Klungkung yaitu pulau Nusa Penida, pulau Nusa Lembongan dan pulau Nusa Ceningan. Pulau-pulau tersebut terpisahkan dari pulau Bali oleh Selat Badung.

Di sebelah timur terdapat Selat Lombok yang memisahkan Bali dari Lombok dan menandai divisi biogeografis antara fauna dari ecozone Indomalayan dan fauna khas yang berbeda dari Australasia. Transisi ini dikenal sebagai Garis Wallace (Wallace Line), yang diambil dari nama Alfred Russel Wallace yang pertama kali mengusulkan zona transisi antara dua bioma utama ini. Ketika permukaan air laut turun selama zaman es Pleistosen, Bali terhubung dengan Jawa dan Sumatra dan daratan utama Asia dan membagikan fauna Asia, tapi air yang dalam dari Selat Lombok terus menjaga Lombok dan daerah Sunda Nusantara yang lebih rendah terisolasi.

Bagian Wilayah

Provinsi Bali terbagi menjadi 8 kabupaten dan 1 kotamadya, yaitu:

NamaIbukotaLuas km²
Kabupaten JembranaNegara841.80
Kabupaten TabananTabanan839.30
Kabupaten BadungMangupura418.52
Kabupaten GianyarGianyar368.00
Kabupaten KlungkungSemarapura315.00
Kabupaten BangliBangli520.81
Kabupaten KarangasemAmlapura839.54
Kabupaten BulelengSingaraja1,365.88
Kotamadya DenpasarDenpasar123.98
Total-5,780.06

Peta Pulau Bali

Lokasi dan peta pulau Bali oleh Google Maps

Referensi : Bali - Wikipedia, Website Resmi Pemerintah Provinsi Bali
Permalink: Bali: Sejarah Singkat Tentang Pulau Dewata - Bali Glory

Pulau Bali

Bali adalah sebuah provinsi dari Republik Indonesia yang terletak diantara pulau Jawa dan pulau Lombok, pulau Bali juga terkenal dengan sebutan PULAU DEWATA, PULAU SERIBU PURA dan BALI DWIPA. Bali juga mempunyai beberapa pulau kecil yang termasuk dalam wilayah provinsi Bali, diantaranya adalah pulau Nusa Penida, pulau Nusa Lembongan, Pulau Ceningan, pulau Serangan, dan pulau Menjangan.

Konten
Pulau Bali
Sejarah Bali
Letak Geografis Pulau Bali
Bagian Wilayah
Peta Pulau Bali

Ibukota dari provinsi Bali adalah Denpasar yang terletak di sebelah selatan dari pulau Bali, Bali sangat terkenal diseluruh Indonesia dan bahkan di seluruh dunia sebagai daerah atau tujuan wisata dunia dengan seni dan kebudayaannya yang unik disertai dengan pemandangan alam dan laut yang indah. Pulau dewata adalah tempat yang sangat baik untuk liburan keluarga ataupun untuk berbulan madu yang dilengkapi dengan fasilitas ataupun akomodasi tingkat dunia (world class), dan juga Bali memiliki banyak objek wisata yang terkenal di dunia yang menarik untuk dikunjungi.

Sejarah Bali

Bali telah dihuni oleh bangsa Austronesia sekitar tahun 2000 sebelum Masehi yang bermigrasi dan berasal dari Taiwan melalui Maritime Asia Tenggara. Budaya dan bahasa dari orang Bali demikian erat kaitannya dengan orang-orang dari kepulauan Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Oseania. Alat-alat batu yang berasal dari saat itu telah ditemukan di dekat desa Cekik di sebelah barat pulau Bali.

Pada masa Bali kuno, terdapat sembilan sekte Hindu yaitu Pasupata, Bhairawa, Siwa Shidanta, Waisnawa, Bodha, Brahma, Resi, Sora dan Ganapatya. Setiap sekte menghormati dewa tertentu sebagai Ketuhanan pribadinya. Budaya Bali sangat dipengaruhi oleh budaya India, Cina, dan khususnya Hindu, mulai sekitar abad 1 Masehi. Nama Bali Dwipa ("pulau Bali") telah ditemukan dari berbagai prasasti, termasuk pilar prasasti Blanjong yang ditulis oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 914 Masehi yang menyebutkan "Walidwipa". Pada masa itu sistem irigasi Subak yang kompleks sudah dikembangkan untuk menanam padi. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya masih ada sampai saat ini dan dapat ditelusuri kembali pada masa itu. Kerajaan Hindu Majapahit (1293-1520 Masehi) di Jawa Timur mendirikan sebuah koloni di Bali pada tahun 1343. Ketika masa kejayaan sudah menurun, ada eksodus besar-besaran dari intelektual, seniman, pendeta, dan musisi dari Jawa ke Bali pada abad ke-15.

Pulau Dewata Bali

Kontak dari bangsa Eropa pertama kali dengan Bali diperkirakan telah terjadi pada tahun 1585 ketika sebuah kapal Portugis kandas di lepas Semenanjung Bukit dan meninggalkan beberapa orang Portugis dalam pelayanan Dewa Agung. Pada tahun 1597 penjelajah Belanda yang bernama Cornelis de Houtman tiba di Bali dan dengan pembentukan Perusahaan India Timur Belanda pada tahun 1602, sebuah tempat didirikan untuk mengontrol kolonial dan dua setengah abad kemudian ketika pengontrolan dari pihak Belanda diperluas di seluruh Indonesia, kontrol politik dan ekonomi Belanda atas Bali dimulai pada tahun 1840-an di pantai utara pulau Bali, ketika itu Belanda mengadu domba antara kerajaan-kerajaan di Bali agar tidak percaya terhadap satu sama lain dan pada akhir 1890-an, perjuangan antara kerajaan Bali di selatan pulau Bali itu dimanfaatkan oleh Belanda untuk meningkatkan kendali mereka.

Belanda melakukan serangan angkatan laut dan darat besar-besaran di wilayah Sanur pada tahun 1906 dan bertemu dengan ribuan anggota keluarga kerajaan dan para pengikut mereka yang berjuang melawan pasukan Belanda dengan serangan defensif bunuh diri (puputan) yang dilakukan oleh anggota keluarga kerajaan dan ribuan pengikut mereka daripada menghadapi penghinaan menyerah dari Belanda. Sekitar lebih dari 1.000 orang Bali meninggal pada saat itu melawan penjajah. Dalam intervensi Belanda di Bali pada tahun 1908, pembantaian serupa terjadi dalam menghadapi serangan Belanda di Klungkung. Setelah itu gubernur Belanda mampu melakukan kontrol administratif atas pulau Bali, tetapi kontrol lokal atas agama dan budaya umumnya tetap utuh.

Pada tahun 1930-an, antropolog Margaret Mead dan Gregory Bateson, Liburan Bali, Akomodasi, Panduan Wisata dan seniman Miguel Covarrubias dan Walter Spies, dan musikolog Colin McPhee menciptakan citra barat tentang Bali sebagai "tanah terpesona yang damai dengan diri mereka sendiri dan alam", dan pariwisata Barat pertama kali dikembangkan di pulau Bali pada saat itu.

Imperial Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II. Pulau Bali awalnya bukan target dalam Kampanye Hindia Belanda mereka, tetapi karena lapangan terbang di Kalimantan yang tidak beroperasi karena hujan lebat tentara Kekaisaran Jepang memutuskan untuk menduduki Bali, yang tidak memiliki cuaca yang sebanding seperti Kalimantan. Pulau Bali pada saat itu tidak memiliki tentara Royal Netherlands East Indies Army (KNIL), yang ada hanyalah Native Auxiliary Corps Prajoda (Korps Prajoda) yang terdiri dari sekitar 600 tentara asli dan beberapa petugas Belanda KNIL di bawah komando Letkol KNIL WP Roodenburg. Pada tanggal 19 Februari 1942 pasukan Jepang mendarat di dekat Sanur. Pulau Bali cepat dikuasai oleh Jepang, selama pendudukan Jepang perwira militer Bali I Gusti Ngurah Rai, membentuk Bali 'bebas tentara'. Kurangnya perubahan kelembagaan dari waktu pemerintahan Belanda dan kerasnya permintaan resmi perang membuat pemerintahan Jepang sedikit lebih baik dari Belanda. Setelah Jepang menyerah di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda kembali ke Indonesia termasuk Bali dan segera ingin mengembalikan administrasi sebelum perang kolonial mereka. Hal ini ditentang oleh para pemberontak Bali yang pada saat itu sudah menggunakan senjata dari Jepang. Pada tanggal 20 November 1946, Pertempuran terjadi di Marga Tabanan di Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, saat itu berusia 29 tahun, akhirnya membawa pasukannya ke Marga Rana, di mana mereka membuat serangan bunuh diri ke pihak Belanda yang bersenjata. Pasukan batalion Bali seluruhnya dihapus oleh Belanda, menghancurkan perlawanan terakhir dari perlawanan militer Bali. Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah administratif dari negara bagian yang baru diproklamasikan oleh Indonesia Timur, lawan dari negara Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dipimpin oleh Soekarno dan Hatta. Bali masuk dalam "Republik Indonesia" ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949.

Letak Geografis Pulau Bali

Pulau Bali terletak kira-kira 3.2 km di sebelah timur pulau Jawa, dan kira-kira 8 derajat sebelah selatan khatulistiwa. Pulau Bali dan Jawa dipisahkan oleh Selat Bali. Dari timur ke barat memiliki panjang sekitar 153 km dan mempunyai lebar dari utara ke selatan sekitar 112 km, total luas pulau Bali adalah 5,632 km².

Pegunungan yang ada di bagian tengah pulau Bali memiliki beberapa puncak yang memiliki ketinggian lebih dari 3.000 meter dari permukaan laut. puncak yang tertinggi adalah Gunung Agung (3.142 meter), yang dikenal sebagai "gunung ibu" yang merupakan gunung berapi yang sudah tidak aktif. Alam vulkanik Bali telah memberikan kontribusi untuk kesuburan yang luar biasa dan pegunungan tinggi yang menyediakan curah hujan tinggi yang mendukung sektor pertanian yang sangat produktif. Di sebelah selatan area pegunungan adalah daerah yang sangat luas, dari lereng pegunungan terus turun sampai daerah pantai di mana sebagian besar tanaman padi tumbuh dan berkembang besar di Bali. Di sisi utara lereng pegunungan memiliki daerah yang lebih curam ke laut dan merupakan daerah penghasil kopi utama di Bali dan juga sayur-sayuran ataupun ternak. Sungai terpanjang di Bali adalah sungai Ayung, mengalir ke laut sekitar 75 km.

Pulau Dewata dikelilingi oleh laut yang banyak terdapat terumbu karang. Pantai di selatan cenderung memiliki pasir putih sementara yang di utara dan barat memiliki pasir hitam. Bali tidak memiliki saluran air besar, meskipun sungai Ho dilewati oleh kapal dengan sampan kecil. Pantai yang ber-pasir hitam antara pantai Pasut dan pantai Klatingdukuh sedang dikembangkan oleh pemerintah Bali untuk pariwisata, tetapi selain dari pura yang ada di pantai Tanah Lot, pantai-pantai yang ber-pasir hitam lainnya belum digunakan untuk pariwisata secara signifikan.

Kota terbesar yang ada di Bali dan sekaligus merupakan ibukota provinsi Bali adalah Kota Denpasar, dekat dengan daerah pantai selatan. Populasinya adalah sekitar 491.500 jiwa (2002). Kota terbesar kedua di Bali adalah ibu kota kolonial tua yaitu Singaraja, yang terletak di pantai utara dan memiliki penduduk sekitar 100.000 orang. Kota/Daerah penting lainnya yang termasuk resor pantai adalah Kuta, yang bisa dibilang bagian dari kawasan perkotaan Denpasar, dan Ubud yang terletak di utara Denpasar yang merupakan pusat budaya di pulau Bali.

Tiga pulau-pulau kecil yang terletak di sebelah tenggara secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Klungkung yaitu pulau Nusa Penida, pulau Nusa Lembongan dan pulau Nusa Ceningan. Pulau-pulau tersebut terpisahkan dari pulau Bali oleh Selat Badung.

Di sebelah timur terdapat Selat Lombok yang memisahkan Bali dari Lombok dan menandai divisi biogeografis antara fauna dari ecozone Indomalayan dan fauna khas yang berbeda dari Australasia. Transisi ini dikenal sebagai Garis Wallace (Wallace Line), yang diambil dari nama Alfred Russel Wallace yang pertama kali mengusulkan zona transisi antara dua bioma utama ini. Ketika permukaan air laut turun selama zaman es Pleistosen, Bali terhubung dengan Jawa dan Sumatra dan daratan utama Asia dan membagikan fauna Asia, tapi air yang dalam dari Selat Lombok terus menjaga Lombok dan daerah Sunda Nusantara yang lebih rendah terisolasi.

Bagian Wilayah

Provinsi Bali terbagi menjadi 8 kabupaten dan 1 kotamadya, yaitu:

NamaIbukotaLuas km²
Kabupaten JembranaNegara841.80
Kabupaten TabananTabanan839.30
Kabupaten BadungMangupura418.52
Kabupaten GianyarGianyar368.00
Kabupaten KlungkungSemarapura315.00
Kabupaten BangliBangli520.81
Kabupaten KarangasemAmlapura839.54
Kabupaten BulelengSingaraja1,365.88
Kotamadya DenpasarDenpasar123.98
Total-5,780.06

Peta Pulau Bali

Lokasi dan peta pulau Bali oleh Google Maps

Referensi : Bali - Wikipedia, Website Resmi Pemerintah Provinsi Bali
Permalink: Bali: Sejarah Singkat Tentang Pulau Dewata - Bali Glory