Rabu, 29 Juli 2015

Ulun Danu Beratan: Pura Di Atas Danau Bratan Bedugul Bali

- Hallo sahabat WIsata Bali dan Sekitarnya, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bedugul, Artikel Objek Wisata, Artikel Pura, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Ulun Danu Beratan: Pura Di Atas Danau Bratan Bedugul Bali
link : Ulun Danu Beratan: Pura Di Atas Danau Bratan Bedugul Bali

Baca juga


Pura Ulun Danu Beratan adalah sebuah tempat suci umat Hindu yang terletak di ujung danau Beratan, yang berada di kawasan wisata Bedugul, desa Candikuning, kecamatan Baturiti, kabupaten Tabanan, Bali. Dengan jarak tempuh kira-kira 56 km dari kota Denpasar dengan melewati jalan raya Denpasar - Singaraja, pura Ulun Danu Bratan adalah sebuah pura suci Hindu yang sangat terkenal di pulau Bali dan ketika air danau Bratan ini naik/pasang maka pura Ulun Danu akan terlihat seperti mengambang diatas air.

Sejarah Pura Ulun Danu Beratan Bedugul Bali

Sejarah pura Ulun Danu Bratan ini dapat diketahui berdasarkan data arkeologi dan data sejarah yang terdapat pada lontar babad Mengwi. Berdasarkan data arkeologi yang terdapat dan berlokasi pada halaman depan pura Ulun Danu Bedugul ini adalah terdapat peninggalan benda-benda bersejarah seperti sebuah Sarkofagus batu dan papan batu yang diperkirakan telah ada sejak zaman megalitikum, sekitar 500 tahun sebelum Masehi. Kedua artefak tersebut sampai sekarang diletakkan di halaman teras (babaturan) pura Ulun Danu. Dapat diperkirakan lokasi di Pura Ulun Danu Beratan ini telah digunakan sebagai tempat untuk mengadakan ritual sejak jaman tradisi megalitikum di pulau dewata.

Pura Ulun Danu Beratan/Bratan Bedugul, Bali
Foto credit: Alastair Dixon via Flickr

Berdasarkan dari Babad Mengwi, I Gusti Agung Putu sebagai pendiri dari kerajaan Mengwi telah mendirikan pura yang berada di ujung danau Beratan sebelum beliau mendirikan pura Taman Ayun, tidak dijelaskan dalam lontar babad Mengwi kapan tepat nya beliau mendirikan Pura Ulun Danu Beratan, tetapi dijelaskan tentang pendirian pura Taman Ayun dan upacaranya pada hari Anggara Kliwon Medangsia, tahun Çaka 1556 (tahun 1634 setelah Masehi). Berdasarkan dari deskripsi dari babad Mengwi tersebut diketahui pura Ulun Danu Bratan didirikan sebelum tahun Saka 1556 oleh Ulun Danu Beratan: Pura Di Atas Danau Bratan Bedugul Bali I Gusti Agung Putu. Sejak pendirian pura tersebut, kerajaan Mengwi menjadi tenteram dan sejahtera dan masyarakat pun menjuluki beliau "I Gusti Agung Sakti"

Komplek pura Ulun Danu Beratan terdiri dari 4 pura, diantaranya adalah:

Pura Lingga Petak, Pura Penataran Pucak Mangu, Pura Terate Bang, dan Pura Dalem Purwa yang digunakan untuk memuja Tuhan dalam bentuk Tri Murti (Brahma, Wisnu, Siwa) untuk memohon anugerah kesuburan, kemakmuran, kesejahteraan manusia dan untuk keseimbangan alam semesta.

Pura Ulun Danu Beratan Bedugul sangat terkenal dengan keindahannya yang menjadikan tempat ini sebagai tempat wisata favorit di pulau Bali. Tidak jauh dari lokasi pura terdapat beberapa akomodasi seperti hotel, villa, restoran untuk kenyamanan wisatawan, juga terdapat halaman parkir yang luas dan toko-toko suvenir untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang mengunjungi objek wisata pura Ulun Danu Beratan Bedugul ini. Tidak jauh dari objek wisata pura Ulun Danu juga terdapat tempat wisata menarik seperti Kebun Raya Bedugul dan pasar buah-buahan dan sayur-sayuran tradisional Bedugul.

Beberapa Pura lainnya yang ada di Kabupaten Tabanan:

Peta Pura Ulun Danu Bratan

Lokasi dan Peta Pura Ulun Danu Beratan Bedugul Bali oleh Google Maps

Permalink: Ulun Danu Beratan: Pura Di Atas Danau Bratan Bedugul Bali | Bali Glory

Pura Ulun Danu Beratan adalah sebuah tempat suci umat Hindu yang terletak di ujung danau Beratan, yang berada di kawasan wisata Bedugul, desa Candikuning, kecamatan Baturiti, kabupaten Tabanan, Bali. Dengan jarak tempuh kira-kira 56 km dari kota Denpasar dengan melewati jalan raya Denpasar - Singaraja, pura Ulun Danu Bratan adalah sebuah pura suci Hindu yang sangat terkenal di pulau Bali dan ketika air danau Bratan ini naik/pasang maka pura Ulun Danu akan terlihat seperti mengambang diatas air.

Sejarah Pura Ulun Danu Beratan Bedugul Bali

Sejarah pura Ulun Danu Bratan ini dapat diketahui berdasarkan data arkeologi dan data sejarah yang terdapat pada lontar babad Mengwi. Berdasarkan data arkeologi yang terdapat dan berlokasi pada halaman depan pura Ulun Danu Bedugul ini adalah terdapat peninggalan benda-benda bersejarah seperti sebuah Sarkofagus batu dan papan batu yang diperkirakan telah ada sejak zaman megalitikum, sekitar 500 tahun sebelum Masehi. Kedua artefak tersebut sampai sekarang diletakkan di halaman teras (babaturan) pura Ulun Danu. Dapat diperkirakan lokasi di Pura Ulun Danu Beratan ini telah digunakan sebagai tempat untuk mengadakan ritual sejak jaman tradisi megalitikum di pulau dewata.

Pura Ulun Danu Beratan/Bratan Bedugul, Bali
Foto credit: Alastair Dixon via Flickr

Berdasarkan dari Babad Mengwi, I Gusti Agung Putu sebagai pendiri dari kerajaan Mengwi telah mendirikan pura yang berada di ujung danau Beratan sebelum beliau mendirikan pura Taman Ayun, tidak dijelaskan dalam lontar babad Mengwi kapan tepat nya beliau mendirikan Pura Ulun Danu Beratan, tetapi dijelaskan tentang pendirian pura Taman Ayun dan upacaranya pada hari Anggara Kliwon Medangsia, tahun Çaka 1556 (tahun 1634 setelah Masehi). Berdasarkan dari deskripsi dari babad Mengwi tersebut diketahui pura Ulun Danu Bratan didirikan sebelum tahun Saka 1556 oleh Ulun Danu Beratan: Pura Di Atas Danau Bratan Bedugul Bali I Gusti Agung Putu. Sejak pendirian pura tersebut, kerajaan Mengwi menjadi tenteram dan sejahtera dan masyarakat pun menjuluki beliau "I Gusti Agung Sakti"

Komplek pura Ulun Danu Beratan terdiri dari 4 pura, diantaranya adalah:

Pura Lingga Petak, Pura Penataran Pucak Mangu, Pura Terate Bang, dan Pura Dalem Purwa yang digunakan untuk memuja Tuhan dalam bentuk Tri Murti (Brahma, Wisnu, Siwa) untuk memohon anugerah kesuburan, kemakmuran, kesejahteraan manusia dan untuk keseimbangan alam semesta.

Pura Ulun Danu Beratan Bedugul sangat terkenal dengan keindahannya yang menjadikan tempat ini sebagai tempat wisata favorit di pulau Bali. Tidak jauh dari lokasi pura terdapat beberapa akomodasi seperti hotel, villa, restoran untuk kenyamanan wisatawan, juga terdapat halaman parkir yang luas dan toko-toko suvenir untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang mengunjungi objek wisata pura Ulun Danu Beratan Bedugul ini. Tidak jauh dari objek wisata pura Ulun Danu juga terdapat tempat wisata menarik seperti Kebun Raya Bedugul dan pasar buah-buahan dan sayur-sayuran tradisional Bedugul.

Beberapa Pura lainnya yang ada di Kabupaten Tabanan:

Peta Pura Ulun Danu Bratan

Lokasi dan Peta Pura Ulun Danu Beratan Bedugul Bali oleh Google Maps

Permalink: Ulun Danu Beratan: Pura Di Atas Danau Bratan Bedugul Bali | Bali Glory

Jumat, 24 Juli 2015

Taman Botani: Bedugul Kebun Raya Eka Karya Bali

- Hallo sahabat WIsata Bali dan Sekitarnya, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bedugul, Artikel Kebun Raya, Artikel Objek Wisata, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Taman Botani: Bedugul Kebun Raya Eka Karya Bali
link : Taman Botani: Bedugul Kebun Raya Eka Karya Bali

Baca juga


Kebun Raya Bedugul atau juga disebut Kebun Raya Eka Karya Bali ini adalah sebuah kebun botani atau taman botani tropis yang luas dan besar di pulau dewata, berlokasi di kawasan wisata Bedugul, desa Candikuning, kecamatan Baturiti, kabupaten Tabanan, yang berada di bagian tengah pulau Bali kira-kira 56 km dari kota Denpasar. Kebun Raya Bedugul terletak pada ketinggian diantara 1250-1450 diatas permukaan laut, dengan luas kebun sekitar 157.5 hektar, temperatur pada siang hari antara 17-25° C dan pada malam hari antara 10-15° C dengan kelembaban dari 70-90%. Dikarenakan cuaca yang ada di kawasan kebun raya atau kawasan Bedugul pada umumnya sulit diprediksi maka dianjurkan bagi pengunjung untuk menyiapkan baju hangat, payung ataupun jas hujan sebelum mengunjungi objek wisata kebun raya Bedugul ini. Untuk mencapai lokasi Kebun Raya Eka Karya Bedugul dianjurkan menggunakan mobil, sepeda motor, taksi ataupun bus wisata karena untuk mencapai kebun raya bedugul dengan transportasi umum seperti angkot agak sulit karena jadwal yang sering berubah, selain kebun raya juga terdapat tempat wisata menarik lainnya yang masih dalam kawasan wisata Bedugul seperti objek wisata pura Ulun Danu Beratan, Danau Beratan dan pasar buah dan sayur-sayuran tradisional Bedugul.

Konten
Sejarah Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali
Video Kebun Raya Bedugul Bali
Peta Kebun Raya Bedugul Bali

Kebun Raya Eka Karya Bedugul Tabanan Bali, tempat wisata

Kebun raya Bedugul Bali adalah sebuah tempat yang unik di pulau dewata yang merupakan kombinasi sebagai tempat penelitian tumbuh-tumbuhan, konservasi, pembelajaran sekaligus sebagai tempat rekreasi. Disini kita bisa bersantai sambil menikmati keindahan dan kesegaran udara dari kawasan wisata kebun raya sekaligus kita dapat belajar kegunaan dari tumbuh-tumbuhan yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari kita, selain bisa menikmati segarnya tumbuh-tumbuhan hutan hujan tropis (tropical rain forest) kita juga bisa menikmati keindahan dan kicauan burung-burung yang ada di sekitar kebun raya ini.

Sejarah Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali

Sejarah kebun raya Bedugul Bali dimulai dari ide dari Prof.Ir. Kusnoto Setyodiwiryo sebagai (Presiden dari Badan Pusat Penelitian Lingkungan) dan sekaligus sebagai kepala dari kebun-kebun raya di Indonesia, dan I Made Taman (Kepala Badan Konservasi Lingkungan dan Pelestarian) untuk membuat sebuah kebun raya di luar pulau Jawa, dalam hal ini adalah pulau Bali. Pendekatan kepada Pemerintah Provinsi Bali dimulai pada tahun 1955, sampai akhirnya pada tahun 1958 pihak berwenang di Bali secara resmi menawarkan kepada Dewan Pusat Penelitian Lingkungan untuk membangun Kebun Raya di Bali. Berdasarkan perjanjian tersebut, lokasi yang ditentukan dari Kebun Raya meliputi area seluas 50 hektar hutan dan reboisasi Candikuning berbatasan langsung dengan Cagar Alam Batukau. Tepat pada tanggal 15 Juli 1959 kebun raya "Eka Karya" Bali diresmikan oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo, sebagai realisasi dari keputusan Kepala Daerah Tingkat 1 Bali 19 Januari 1959 Nomor 19/E.3/2/4.

Video Kebun Raya Bedugul Bali

Nama dari kebun raya "Eka Karya" sendiri diusulkan oleh I Made Taman, "Eka" berarti satu dan "Karya" berarti Hasil Kerja. Jadi "Eka Karya" dapat diartikan sebagai kebun raya pertama yang merupakan hasil dari bangsa Indonesia sendiri setelah kemerdekaan Indonesia. Kebun raya ini dikhususkan untuk mengumpulkan gymnosperma (tanaman berdaun jarum) dari seluruh dunia karena jenis ini dapat tumbuh dengan baik di kebun raya. Banyak koleksi pertama yang diimpor dari Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas, antara lain Araucaria Bidwillii, Cupresus sempervirens dan Pinus Masoniana. Jenis-jenis tanaman yang asli dari daerah ini termasuk Podocarpus imbricatus dan Casuarina junghuhniana.

Kebun Raya Bedugul Bali
Foto credit: Amelia Rahman via Flickr

Sejak dibuka, pengembangan Kebun Raya Eka Karya Bedugul selalu memiliki situasi naik dan turun dalam pergantian manajemen, antara Dinas Kehutanan Provinsi Bali dan pengelola kebun raya itu sendiri. Kebun Raya Bedugul telah dikelola 2 kali oleh Dinas Kehutanan Provinsi Bali, pada 15 Juli 1959 - 16 Mei 1964. Dan setelah peristiwa G 30 S / PKI (1966-1975), pengelolaan kebun secara langsung dikelola oleh staf kebun raya itu sendiri selama 2 periode, sejak 16 Mei 1964 - Desember 1965 dan 1 April 1975 sampai sekarang.

Dari tahun 1964 hingga saat ini, kebun raya "Eka Karya" Bedugul Bali telah mengalami 11 kali perubahan dalam kepemimpinan dengan berbagai pembaharuan. Di bawah kepemimpinan I Gede Ranten, B.Sc. (1975 - 1977) kebun raya diperluas sampai 129,2 hektar. Ekspansi ini diresmikan oleh Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Prof.Dr.Ir. Tubagus Bachtiar Rifai pada 30 April 1976 dan ditandai dengan penanaman tanaman Chamae cyparis Obtusa.

Di bawah kepemimpinan Ir. Mustaid Siregar, M.Si (2001 - sekarang) kebun raya diperluas lagi menjadi 157,5 hektar. Liburan Bali, Akomodasi, Panduan Wisata Meskipun pada awal berdirinya ditujukan untuk konservasi tumbuhan konifer (gymnosperma), Kebun Raya Bedugul terletak di ketinggian 1250-1450 m di atas permukaan laut dengan suhu berkisar antara 18-20° C dan kelembaban 70-90% ini adalah berkembang menjadi konservasi pegunungan tanaman tropis Indonesia timur. Status saat ini adalah Unit Pelaksana Teknis Botanical Garden Tanaman Balai Konservasi "Eka Karya" Bali (Keputusan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 1019/M/2002, 12 Juni 2002) dan Tujuan Zona Khusus sebagai Pendidikan dan Penelitian Hutan untuk peruntukan kebun raya "Eka Karya" Bali (Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 252 Indonesia/Kpts-II/2003, 28 Juli 2003). Dengan koleksi ribuan tanaman yang tidak hanya dari Indonesia, Kebun Raya Eka Karya Bali adalah tempat yang cocok untuk penelitian, pendidikan dan pariwisata.

Bedugul Kebun Raya Eka Karya, Liburan di Bali, objek wisata, akomodasi

Lebih dari 2000 spesies tanaman yang diawetkan di kebun raya Bedugul, diantaranya adalah merupakan tanaman dari daerah pegunungan dari Indonesia timur seperti: Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Tanaman yang baru telah diperoleh dari pembibitan komersial, arboreta, dari kebun raya lainnya dan juga dari program pemuliaan tanaman dan pengumpulan ekspedisi.

Empat fungsi utama dari kebun raya Bedugul Bali adalah:

  1. Eksplorasi, Inventarisasi dan Penelitian
  2. Konservasi
  3. Rekreasi
  4. Pendidikan

Lembaga ini menawarkan sejumlah jasa ilmiah dan fasilitas untuk mendukung penelitian tanaman dan konservasi, termasuk herbarium, bank benih, perpustakaan, rumah kaca, pembibitan, dan basis data tanaman.

Peta Kebun Raya Bedugul Bali

Lokasi dan peta Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali oleh Google Maps

Referensi : Situs Resmi Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali
Permalink: Taman Botani: Bedugul Kebun Raya Eka Karya Bali | Bali Glory

Kebun Raya Bedugul atau juga disebut Kebun Raya Eka Karya Bali ini adalah sebuah kebun botani atau taman botani tropis yang luas dan besar di pulau dewata, berlokasi di kawasan wisata Bedugul, desa Candikuning, kecamatan Baturiti, kabupaten Tabanan, yang berada di bagian tengah pulau Bali kira-kira 56 km dari kota Denpasar. Kebun Raya Bedugul terletak pada ketinggian diantara 1250-1450 diatas permukaan laut, dengan luas kebun sekitar 157.5 hektar, temperatur pada siang hari antara 17-25° C dan pada malam hari antara 10-15° C dengan kelembaban dari 70-90%. Dikarenakan cuaca yang ada di kawasan kebun raya atau kawasan Bedugul pada umumnya sulit diprediksi maka dianjurkan bagi pengunjung untuk menyiapkan baju hangat, payung ataupun jas hujan sebelum mengunjungi objek wisata kebun raya Bedugul ini. Untuk mencapai lokasi Kebun Raya Eka Karya Bedugul dianjurkan menggunakan mobil, sepeda motor, taksi ataupun bus wisata karena untuk mencapai kebun raya bedugul dengan transportasi umum seperti angkot agak sulit karena jadwal yang sering berubah, selain kebun raya juga terdapat tempat wisata menarik lainnya yang masih dalam kawasan wisata Bedugul seperti objek wisata pura Ulun Danu Beratan, Danau Beratan dan pasar buah dan sayur-sayuran tradisional Bedugul.

Konten
Sejarah Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali
Video Kebun Raya Bedugul Bali
Peta Kebun Raya Bedugul Bali

Kebun Raya Eka Karya Bedugul Tabanan Bali, tempat wisata

Kebun raya Bedugul Bali adalah sebuah tempat yang unik di pulau dewata yang merupakan kombinasi sebagai tempat penelitian tumbuh-tumbuhan, konservasi, pembelajaran sekaligus sebagai tempat rekreasi. Disini kita bisa bersantai sambil menikmati keindahan dan kesegaran udara dari kawasan wisata kebun raya sekaligus kita dapat belajar kegunaan dari tumbuh-tumbuhan yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari kita, selain bisa menikmati segarnya tumbuh-tumbuhan hutan hujan tropis (tropical rain forest) kita juga bisa menikmati keindahan dan kicauan burung-burung yang ada di sekitar kebun raya ini.

Sejarah Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali

Sejarah kebun raya Bedugul Bali dimulai dari ide dari Prof.Ir. Kusnoto Setyodiwiryo sebagai (Presiden dari Badan Pusat Penelitian Lingkungan) dan sekaligus sebagai kepala dari kebun-kebun raya di Indonesia, dan I Made Taman (Kepala Badan Konservasi Lingkungan dan Pelestarian) untuk membuat sebuah kebun raya di luar pulau Jawa, dalam hal ini adalah pulau Bali. Pendekatan kepada Pemerintah Provinsi Bali dimulai pada tahun 1955, sampai akhirnya pada tahun 1958 pihak berwenang di Bali secara resmi menawarkan kepada Dewan Pusat Penelitian Lingkungan untuk membangun Kebun Raya di Bali. Berdasarkan perjanjian tersebut, lokasi yang ditentukan dari Kebun Raya meliputi area seluas 50 hektar hutan dan reboisasi Candikuning berbatasan langsung dengan Cagar Alam Batukau. Tepat pada tanggal 15 Juli 1959 kebun raya "Eka Karya" Bali diresmikan oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo, sebagai realisasi dari keputusan Kepala Daerah Tingkat 1 Bali 19 Januari 1959 Nomor 19/E.3/2/4.

Video Kebun Raya Bedugul Bali

Nama dari kebun raya "Eka Karya" sendiri diusulkan oleh I Made Taman, "Eka" berarti satu dan "Karya" berarti Hasil Kerja. Jadi "Eka Karya" dapat diartikan sebagai kebun raya pertama yang merupakan hasil dari bangsa Indonesia sendiri setelah kemerdekaan Indonesia. Kebun raya ini dikhususkan untuk mengumpulkan gymnosperma (tanaman berdaun jarum) dari seluruh dunia karena jenis ini dapat tumbuh dengan baik di kebun raya. Banyak koleksi pertama yang diimpor dari Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas, antara lain Araucaria Bidwillii, Cupresus sempervirens dan Pinus Masoniana. Jenis-jenis tanaman yang asli dari daerah ini termasuk Podocarpus imbricatus dan Casuarina junghuhniana.

Kebun Raya Bedugul Bali
Foto credit: Amelia Rahman via Flickr

Sejak dibuka, pengembangan Kebun Raya Eka Karya Bedugul selalu memiliki situasi naik dan turun dalam pergantian manajemen, antara Dinas Kehutanan Provinsi Bali dan pengelola kebun raya itu sendiri. Kebun Raya Bedugul telah dikelola 2 kali oleh Dinas Kehutanan Provinsi Bali, pada 15 Juli 1959 - 16 Mei 1964. Dan setelah peristiwa G 30 S / PKI (1966-1975), pengelolaan kebun secara langsung dikelola oleh staf kebun raya itu sendiri selama 2 periode, sejak 16 Mei 1964 - Desember 1965 dan 1 April 1975 sampai sekarang.

Dari tahun 1964 hingga saat ini, kebun raya "Eka Karya" Bedugul Bali telah mengalami 11 kali perubahan dalam kepemimpinan dengan berbagai pembaharuan. Di bawah kepemimpinan I Gede Ranten, B.Sc. (1975 - 1977) kebun raya diperluas sampai 129,2 hektar. Ekspansi ini diresmikan oleh Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Prof.Dr.Ir. Tubagus Bachtiar Rifai pada 30 April 1976 dan ditandai dengan penanaman tanaman Chamae cyparis Obtusa.

Di bawah kepemimpinan Ir. Mustaid Siregar, M.Si (2001 - sekarang) kebun raya diperluas lagi menjadi 157,5 hektar. Liburan Bali, Akomodasi, Panduan Wisata Meskipun pada awal berdirinya ditujukan untuk konservasi tumbuhan konifer (gymnosperma), Kebun Raya Bedugul terletak di ketinggian 1250-1450 m di atas permukaan laut dengan suhu berkisar antara 18-20° C dan kelembaban 70-90% ini adalah berkembang menjadi konservasi pegunungan tanaman tropis Indonesia timur. Status saat ini adalah Unit Pelaksana Teknis Botanical Garden Tanaman Balai Konservasi "Eka Karya" Bali (Keputusan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 1019/M/2002, 12 Juni 2002) dan Tujuan Zona Khusus sebagai Pendidikan dan Penelitian Hutan untuk peruntukan kebun raya "Eka Karya" Bali (Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 252 Indonesia/Kpts-II/2003, 28 Juli 2003). Dengan koleksi ribuan tanaman yang tidak hanya dari Indonesia, Kebun Raya Eka Karya Bali adalah tempat yang cocok untuk penelitian, pendidikan dan pariwisata.

Bedugul Kebun Raya Eka Karya, Liburan di Bali, objek wisata, akomodasi

Lebih dari 2000 spesies tanaman yang diawetkan di kebun raya Bedugul, diantaranya adalah merupakan tanaman dari daerah pegunungan dari Indonesia timur seperti: Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua. Tanaman yang baru telah diperoleh dari pembibitan komersial, arboreta, dari kebun raya lainnya dan juga dari program pemuliaan tanaman dan pengumpulan ekspedisi.

Empat fungsi utama dari kebun raya Bedugul Bali adalah:

  1. Eksplorasi, Inventarisasi dan Penelitian
  2. Konservasi
  3. Rekreasi
  4. Pendidikan

Lembaga ini menawarkan sejumlah jasa ilmiah dan fasilitas untuk mendukung penelitian tanaman dan konservasi, termasuk herbarium, bank benih, perpustakaan, rumah kaca, pembibitan, dan basis data tanaman.

Peta Kebun Raya Bedugul Bali

Lokasi dan peta Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali oleh Google Maps

Referensi : Situs Resmi Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali
Permalink: Taman Botani: Bedugul Kebun Raya Eka Karya Bali | Bali Glory

Jumat, 17 Juli 2015

Danau Beratan: Tempat Wisata Danau Bratan Bedugul Bali

- Hallo sahabat WIsata Bali dan Sekitarnya, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bedugul, Artikel Danau, Artikel Objek Wisata, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Danau Beratan: Tempat Wisata Danau Bratan Bedugul Bali
link : Danau Beratan: Tempat Wisata Danau Bratan Bedugul Bali

Baca juga


Danau Beratan atau juga disebut Danu Bratan terletak di kawasan Bedugul, desa Candikuning, kecamatan Baturiti, kabupaten Tabanan, Bali. Kurang lebih 55 km dari kota Denpasar, Danau Bratan terletak di ketinggian ± 1240 m diatas permukaan laut, temperatur di kawasan danau Beratan (area Bedugul) kurang lebih 18° C pada malam hari dan ± 24° C pada siang hari. Danau Beratan mempunyai luas kira-kira 375.6 hektar dengan kedalaman antara 22-48 meter dengan luas keliling kurang lebih 12 km. Danau Bratan adalah danau terluas dan terbesar kedua setelah danau Batur di Bali, yang berfungsi sangat penting sebagai sumber utama irigasi pada daerah yang berada di bagian tengah pulau Bali.

Danau Beratan (Bratan), Bedugul Tabanan Bali
Foto credit: Tanti Ruwani via Flickr

Danau Beratan adalah salah satu dari 20 danau terbaik dan terindah di dunia Liburan Bali, Akomodasi, Panduan Wisata (The World's 20 Most Beautiful Lake, sumber: www.huffingtonpost.com). Danu Bratan sangat dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata terbaik yang dikunjungi oleh ribuan wisatawan mancanegara maupun domestik, segarnya udara pegunungan dengan pemandangan danau, pura dan gunung yang indah dan jauh dari kebisingan kota membuat tempat ini menjadi tempat wisata favorit dan objek wisata yang direkomendasikan untuk dikunjungi selama liburan di pulau dewata. Di kawasan danau juga difasilitasi dengan akomodasi yang memadai seperti hotel, villa, restoran untuk kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang suka dengan wisata air, di kawasan danau Beratan juga terdapat permainan air seperti parasailing, bermain kano ataupun jetski. Pada bagian timur dari danau Bratan terdapat sebuah gunung yang disebut gunung Catur (orang Bali menyebutnya Pucak Mangu) sebagai tempat yang sangat bagus untuk hiking, dan tidak jauh dari kawasan danau juga terdapat tempat wisata yang menarik lainnya seperti kebun raya Eka Karya Bedugul, pasar buah dan sayur-sayuran Bedugul, dan ada juga danau Buyan dan danau Tamblingan.

Pura Ulun Danu di Danau Beratan

pura Ulun Danu Bratan - Beratan Bedugul Tabanan Bali, tempat wisata
Foto credit: Daniel Rubio via Flickr

Pura Ulun Danu terletak di bagian ujung dari danau Beratan, pura Ulun Danu Beratan dibangun sekitar awal dari abad ke-17, yang dijadikan sebagai pura Subak (Subak: sistem irigasi di Bali) dan pura Ulun Danu dibangun untuk memuja Dewi Danu (Dewi air / Dewi kesuburan). Pura Ulun Danu Bratan memiliki pemandangan yang sangat indah ketika di pagi hari disaat matahari terbit dan kabut menyelimuti bagian dari gunung, dan pantulan bayangan dari pura Ulun Danu terlihat sangat menakjubkan dari permukaan air danau Beratan sehingga momen ini sangat di sukai oleh para turis dan para fotografer yang ingin mengabadikan keindahan dari pura Ulun Danu ini.

Peta Danau Bratan

Lokasi dan Peta danau Beratan/Bratan Bedugul Bali oleh Google Maps

Permalink: Danau Beratan: Tempat Wisata Danau Bratan Bedugul Bali | Bali Glory

Danau Beratan atau juga disebut Danu Bratan terletak di kawasan Bedugul, desa Candikuning, kecamatan Baturiti, kabupaten Tabanan, Bali. Kurang lebih 55 km dari kota Denpasar, Danau Bratan terletak di ketinggian ± 1240 m diatas permukaan laut, temperatur di kawasan danau Beratan (area Bedugul) kurang lebih 18° C pada malam hari dan ± 24° C pada siang hari. Danau Beratan mempunyai luas kira-kira 375.6 hektar dengan kedalaman antara 22-48 meter dengan luas keliling kurang lebih 12 km. Danau Bratan adalah danau terluas dan terbesar kedua setelah danau Batur di Bali, yang berfungsi sangat penting sebagai sumber utama irigasi pada daerah yang berada di bagian tengah pulau Bali.

Danau Beratan (Bratan), Bedugul Tabanan Bali
Foto credit: Tanti Ruwani via Flickr

Danau Beratan adalah salah satu dari 20 danau terbaik dan terindah di dunia Liburan Bali, Akomodasi, Panduan Wisata (The World's 20 Most Beautiful Lake, sumber: www.huffingtonpost.com). Danu Bratan sangat dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata terbaik yang dikunjungi oleh ribuan wisatawan mancanegara maupun domestik, segarnya udara pegunungan dengan pemandangan danau, pura dan gunung yang indah dan jauh dari kebisingan kota membuat tempat ini menjadi tempat wisata favorit dan objek wisata yang direkomendasikan untuk dikunjungi selama liburan di pulau dewata. Di kawasan danau juga difasilitasi dengan akomodasi yang memadai seperti hotel, villa, restoran untuk kenyamanan pengunjung. Bagi anda yang suka dengan wisata air, di kawasan danau Beratan juga terdapat permainan air seperti parasailing, bermain kano ataupun jetski. Pada bagian timur dari danau Bratan terdapat sebuah gunung yang disebut gunung Catur (orang Bali menyebutnya Pucak Mangu) sebagai tempat yang sangat bagus untuk hiking, dan tidak jauh dari kawasan danau juga terdapat tempat wisata yang menarik lainnya seperti kebun raya Eka Karya Bedugul, pasar buah dan sayur-sayuran Bedugul, dan ada juga danau Buyan dan danau Tamblingan.

Pura Ulun Danu di Danau Beratan

pura Ulun Danu Bratan - Beratan Bedugul Tabanan Bali, tempat wisata
Foto credit: Daniel Rubio via Flickr

Pura Ulun Danu terletak di bagian ujung dari danau Beratan, pura Ulun Danu Beratan dibangun sekitar awal dari abad ke-17, yang dijadikan sebagai pura Subak (Subak: sistem irigasi di Bali) dan pura Ulun Danu dibangun untuk memuja Dewi Danu (Dewi air / Dewi kesuburan). Pura Ulun Danu Bratan memiliki pemandangan yang sangat indah ketika di pagi hari disaat matahari terbit dan kabut menyelimuti bagian dari gunung, dan pantulan bayangan dari pura Ulun Danu terlihat sangat menakjubkan dari permukaan air danau Beratan sehingga momen ini sangat di sukai oleh para turis dan para fotografer yang ingin mengabadikan keindahan dari pura Ulun Danu ini.

Peta Danau Bratan

Lokasi dan Peta danau Beratan/Bratan Bedugul Bali oleh Google Maps

Permalink: Danau Beratan: Tempat Wisata Danau Bratan Bedugul Bali | Bali Glory

Kamis, 09 Juli 2015

Bedugul: Tempat & Obyek Wisata Menarik di Bedugul Bali

- Hallo sahabat WIsata Bali dan Sekitarnya, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bedugul, Artikel Objek Wisata, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Bedugul: Tempat & Obyek Wisata Menarik di Bedugul Bali
link : Bedugul: Tempat & Obyek Wisata Menarik di Bedugul Bali

Baca juga


Bedugul adalah sebuah daerah atau kawasan wisata yang terletak di desa Candikuning, kecamatan Bedugul, kabupaten Tabanan. Terletak kira-kira 54 km dari kota Denpasar, Bedugul adalah sebuah daerah pegunungan yang mempunyai udara yang sejuk dengan pemandangan yang indah dari danau Beratan/Bratan yang membuat daerah ini menjadi tempat wisata yang menarik dan terkenal yang wajib dikunjungi di Bali dan salah satu tujuan wisata yang terbaik di pulau Dewata yang dikunjungi oleh ribuan wisatawan baik lokal maupun internasional. Objek wisata Bedugul juga di fasilitasi oleh beberapa akomodasi yang memadai seperti hotel, villa, restoran dan juga terdapat wisata air di kawasan danau Bratan seperti bermain kano, jetski, ataupun parasailing. Bedugul terletak di ketinggian ± 1240 m diatas permukaan laut, dan mempunyai temperatur ± 18° c pada malam hari dan ± 24° c pada siang hari.

Objek Wisata di Bedugul Bali
Danau Beratan/Bratan Bedugul
Pura Ulun Danu Beratan Bedugul
Kebun Raya Eka Karya Bedugul
Pasar Buah dan Sayur-sayuran Tradisional di Desa Candi Kuning Bedugul
Peta Bedugul

Danau Beratan/Bratan Bedugul

Danau Bratan/Beratan yang terletak di Bedugul adalah danau terbesar kedua setelah danau Batur di Bali, Danau Beratan adalah sumber air yang sangat penting di daerah Bali sebagai sumber air utama dari irigasi yang ada di daerah Bali bagian tengah, luas danau Bratan kurang lebih 375.6 hektar yang mempunyai kedalaman kurang lebih 22-48 m dan luas keliling sekitar 12 km.

Danau Beratan - Bratan
Danau Beratan Bedugul Bali

Pura Ulun Danu Beratan Bedugul

Pura Ulun Danu Bratan terletak di ujung danau Beratan, pura Ulun Danu dibangun pada awal abad ke-17 dan dijadikan sebagai pura Subak (Subak: sistem irigasi di Bali), Liburan Bali, Akomodasi, Panduan Wisata pura Ulun Danu dibangun untuk memuja Dewi Danu (Dewi air/Dewi dari kesuburan).

Pura Ulun Danu Bratan Bedugul
Foto credit: Alastair Dixon via Flickr

Kebun Raya Eka Karya Bedugul

Kebun Raya Eka Karya Bedugul adalah sebuah tempat yang unik yang ada di daerah Bedugul, sebagai tempat penelitian tumbuh-tumbuhan, konservasi, edukasi dan sekaligus menjadi tempat rekreasi dan berlibur. Lebih dari 2000 jenis tumbuh-tumbuhan terdapat di kebun raya Bedugul ini, sebuah tempat dimana kita bisa bersantai menikmati keindahan dan kedamaian sekaligus kita bisa belajar tentang kegunaan tumbuh-tumbuhan.

Kebun Raya Bedugul
Foto credit: Amelia Rahman via Flickr

Pasar Buah dan Sayur-sayuran Tradisional di Desa Candi Kuning Bedugul

Ketika berlibur di Bedugul, jangan lupa untuk mengunjungi pasar tradisional yang menjual buah-buahan dan sayur-sayuran yang terletak di desa Candikuning, pasar tradisional Candikuning terletak disebelah patung jagung besar di antara jalan menuju Kebun raya dan danau Beratan.

Pasar Tradisional Buah dan Sayuran Candikuning Bedugul
Pasar Tradisional Candikuning Bedugul

Terdapat banyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar yang dijual disini dan juga banyak dijual rempah-rempah untuk keperluan dapur. Toko-toko dan kios-kios disini menjual buah-buahan dan sayuran yang hanya tumbuh di tempat dengan iklim yang sejuk dan segar di daerah tropis seperti Bedugul. Kita bisa menemukan banyak buah-buahan tropis seperti pepaya, pisang, rambutan, manggis, strawberry dan banyak lagi yang lainnya. Berbagai macam rempah-rempah seperti cengkeh, pala, merica, dan kunyit juga bisa ditemukan di sini. Dan bagi mereka yang suka tanaman hias, pasar Bedugul menawarkan banyak anggrek, tanaman dedaunan, bunga mawar, kembang sepatu dan begionas.

Peta Bedugul

Lokasi dan peta Bedugul Bali oleh Google Maps.

Permalink: Bedugul: Tempat & Obyek Wisata Menarik di Bedugul Bali | Bali Glory

Bedugul adalah sebuah daerah atau kawasan wisata yang terletak di desa Candikuning, kecamatan Bedugul, kabupaten Tabanan. Terletak kira-kira 54 km dari kota Denpasar, Bedugul adalah sebuah daerah pegunungan yang mempunyai udara yang sejuk dengan pemandangan yang indah dari danau Beratan/Bratan yang membuat daerah ini menjadi tempat wisata yang menarik dan terkenal yang wajib dikunjungi di Bali dan salah satu tujuan wisata yang terbaik di pulau Dewata yang dikunjungi oleh ribuan wisatawan baik lokal maupun internasional. Objek wisata Bedugul juga di fasilitasi oleh beberapa akomodasi yang memadai seperti hotel, villa, restoran dan juga terdapat wisata air di kawasan danau Bratan seperti bermain kano, jetski, ataupun parasailing. Bedugul terletak di ketinggian ± 1240 m diatas permukaan laut, dan mempunyai temperatur ± 18° c pada malam hari dan ± 24° c pada siang hari.

Objek Wisata di Bedugul Bali
Danau Beratan/Bratan Bedugul
Pura Ulun Danu Beratan Bedugul
Kebun Raya Eka Karya Bedugul
Pasar Buah dan Sayur-sayuran Tradisional di Desa Candi Kuning Bedugul
Peta Bedugul

Danau Beratan/Bratan Bedugul

Danau Bratan/Beratan yang terletak di Bedugul adalah danau terbesar kedua setelah danau Batur di Bali, Danau Beratan adalah sumber air yang sangat penting di daerah Bali sebagai sumber air utama dari irigasi yang ada di daerah Bali bagian tengah, luas danau Bratan kurang lebih 375.6 hektar yang mempunyai kedalaman kurang lebih 22-48 m dan luas keliling sekitar 12 km.

Danau Beratan - Bratan
Danau Beratan Bedugul Bali

Pura Ulun Danu Beratan Bedugul

Pura Ulun Danu Bratan terletak di ujung danau Beratan, pura Ulun Danu dibangun pada awal abad ke-17 dan dijadikan sebagai pura Subak (Subak: sistem irigasi di Bali), Liburan Bali, Akomodasi, Panduan Wisata pura Ulun Danu dibangun untuk memuja Dewi Danu (Dewi air/Dewi dari kesuburan).

Pura Ulun Danu Bratan Bedugul
Foto credit: Alastair Dixon via Flickr

Kebun Raya Eka Karya Bedugul

Kebun Raya Eka Karya Bedugul adalah sebuah tempat yang unik yang ada di daerah Bedugul, sebagai tempat penelitian tumbuh-tumbuhan, konservasi, edukasi dan sekaligus menjadi tempat rekreasi dan berlibur. Lebih dari 2000 jenis tumbuh-tumbuhan terdapat di kebun raya Bedugul ini, sebuah tempat dimana kita bisa bersantai menikmati keindahan dan kedamaian sekaligus kita bisa belajar tentang kegunaan tumbuh-tumbuhan.

Kebun Raya Bedugul
Foto credit: Amelia Rahman via Flickr

Pasar Buah dan Sayur-sayuran Tradisional di Desa Candi Kuning Bedugul

Ketika berlibur di Bedugul, jangan lupa untuk mengunjungi pasar tradisional yang menjual buah-buahan dan sayur-sayuran yang terletak di desa Candikuning, pasar tradisional Candikuning terletak disebelah patung jagung besar di antara jalan menuju Kebun raya dan danau Beratan.

Pasar Tradisional Buah dan Sayuran Candikuning Bedugul
Pasar Tradisional Candikuning Bedugul

Terdapat banyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar yang dijual disini dan juga banyak dijual rempah-rempah untuk keperluan dapur. Toko-toko dan kios-kios disini menjual buah-buahan dan sayuran yang hanya tumbuh di tempat dengan iklim yang sejuk dan segar di daerah tropis seperti Bedugul. Kita bisa menemukan banyak buah-buahan tropis seperti pepaya, pisang, rambutan, manggis, strawberry dan banyak lagi yang lainnya. Berbagai macam rempah-rempah seperti cengkeh, pala, merica, dan kunyit juga bisa ditemukan di sini. Dan bagi mereka yang suka tanaman hias, pasar Bedugul menawarkan banyak anggrek, tanaman dedaunan, bunga mawar, kembang sepatu dan begionas.

Peta Bedugul

Lokasi dan peta Bedugul Bali oleh Google Maps.

Permalink: Bedugul: Tempat & Obyek Wisata Menarik di Bedugul Bali | Bali Glory

Minggu, 05 Juli 2015

Kabupaten Tabanan, Bali

- Hallo sahabat WIsata Bali dan Sekitarnya, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bali, Artikel Tabanan, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Kabupaten Tabanan, Bali
link : Kabupaten Tabanan, Bali

Baca juga


Tabanan adalah sebuah Kabupaten yang termasuk di wilayah provinsi Bali, Indonesia. Terletak disebelah selatan pulau Bali, kira-kira 35 km disebelah barat dari kota Denpasar. Luas area kabupaten Tabanan adalah 839.33 km² (14.90% dari luas pulau Bali).

Konten
Simbol/Lambang Kabupaten Tabanan
Topografi Tabanan
Bagian Wilayah Kabupaten Tabanan
Tempat Wisata di Tabanan
Peta Tabanan

Tabanan
Jatiluwih, Tabanan - Bali

Simbol/Lambang Kabupaten Tabanan

Tabanan, Bali-IndonesiaLambang/simbol atau logo dari kabupaten Tabanan adalah berbentuk segi lima dengan garis pinggir yang menyimbulkan Pancasila (Landasan filosofi negara Republik Indonesia) yang merupakan landasan dasar yang dijunjung tinggi dan selalu menerangi jiwa rakyatnya. Di dalam bentuk lambang segi lima tersebut ada beberapa simbol yaitu gunung Batukaru dengan warna hitam yang melambangkan kemakmuran dan kekuatan dari rakyat Tabanan dalam semangat dinamis menuju masyarakat yang adil dan makmur, Pura (Monumen) dengan warna putih melambangkan kepahlawanan rakyat Tabanan dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. Padi dan Kapas (beras di sisi kiri dengan warna kuning dan kapas di sisi kanan dengan warna putih) melambangkan makanan dan pakaian yang menjadi kebutuhan dasar sehari-hari, 20 butir beras dan 11 buah kapas/katun melambangkan perang Puputan Margarana pada 20 November 1946 melawan kolonial Belanda di Tabanan. Ada juga kata "Tabanan" yang berarti kabupaten Tabanan itu sendiri, dan ada motto "Sadhu Mawang Anuraga" yang berarti setia dan bijaksana untuk menjalankan kebenaran demi cinta kepada masyarakat. Lambang kabupaten daerah tingkat II Tabanan ini memiliki 4 warna, warna hitam berarti keagungan, warna kuning berarti keluhuran, warna hijau muda berarti kemurnian dan warna putih berarti kesucian.

Topografi Tabanan

Daerah Tabanan BaliSecara geografis kabupaten Tabanan terletak di antara 114° - 54' 52" Bujur Timur dan 8° 14' 30" - 8° 30' 07" Lintang Selatan, topografi Kabupaten Tabanan terletak pada ketinggian 0-2,276 m di atas permukaan laut dengan rincian pada ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut merupakan daerah datar dengan kemiringan 2-15%, dan pada ketinggian 500-1000 m di atas permukaan laut adalah derah datar menurun ke daerah miring dengan kemiringan 15-40%. Di daerah yang memiliki kemiringan 2-15% dan 15-40% adalah daerah yang cukup subur di mana petani melakukan kegiatan pertanian untuk memenuhi kebutuhan. Liburan Bali, Akomodasi, Panduan Wisata Di daerah yang memiliki ketinggian lebih dari 1.000 m di atas permukaan laut dan dengan kemiringan 40% keatas adalah daerah berbukit dan curam, total 23.358 hektar atau 28,00% dari luas lahan di Kabupaten Tabanan adalah sawah, sehingga Tabanan dikenal sebagai daerah pertanian atau lumbung beras.

Batas-batas wilayah Kabupaten Tabanan adalah: di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Buleleng yang dibatasi oleh pegunungan seperti Gunung Batukaru (2.276 m), Gunung Sanghyang (2.087 m), Gunung Pohen (2.089 m), di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Badung yang dibatasi oleh sungai Yeh Sungi, sungai Yeh Ukun dan sungai Yeh Penet. Di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia dengan lebar pantai sekitar 37 km, di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Jembrana yang dibatasi oleh sungai Yeh Let.

Bagian Wilayah Kabupaten Tabanan

Kabupaten Tabanan dibagi menjadi 10 Kecamatan, diantaranya adalah:

  1. Baturiti
  2. Kediri
  3. Marga
  4. Kerambitan
  5. Penebel
  6. Pupuan
  7. Tabanan
  8. Selemadeg
  9. Selemadeg Timur
  10. Selemadeg Barat

Tempat Wisata di Tabanan

Tempat wisata di Tabanan, objek wisata menarik

Tabanan juga merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang memiliki tempat wisata yang menarik dan populer di Bali, Ada banyak tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi di Tabanan, dan juga ada banyak hotel, restoran, villa dan akomodasi lainnya yang cocok dan baik digunakan sebagai liburan keluarga atau hanya sekedar sebagai tempat untuk bersantai. Berikut adalah beberapa objek wisata terbaik di Kabupaten Tabanan.

Peta Tabanan

Lokasi dan Peta Tabanan Bali oleh Google Maps

Permalink: Kabupaten Tabanan, Bali | Bali Glory
Referensi : Situs Resmi Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan

Tabanan adalah sebuah Kabupaten yang termasuk di wilayah provinsi Bali, Indonesia. Terletak disebelah selatan pulau Bali, kira-kira 35 km disebelah barat dari kota Denpasar. Luas area kabupaten Tabanan adalah 839.33 km² (14.90% dari luas pulau Bali).

Konten
Simbol/Lambang Kabupaten Tabanan
Topografi Tabanan
Bagian Wilayah Kabupaten Tabanan
Tempat Wisata di Tabanan
Peta Tabanan

Tabanan
Jatiluwih, Tabanan - Bali

Simbol/Lambang Kabupaten Tabanan

Tabanan, Bali-IndonesiaLambang/simbol atau logo dari kabupaten Tabanan adalah berbentuk segi lima dengan garis pinggir yang menyimbulkan Pancasila (Landasan filosofi negara Republik Indonesia) yang merupakan landasan dasar yang dijunjung tinggi dan selalu menerangi jiwa rakyatnya. Di dalam bentuk lambang segi lima tersebut ada beberapa simbol yaitu gunung Batukaru dengan warna hitam yang melambangkan kemakmuran dan kekuatan dari rakyat Tabanan dalam semangat dinamis menuju masyarakat yang adil dan makmur, Pura (Monumen) dengan warna putih melambangkan kepahlawanan rakyat Tabanan dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. Padi dan Kapas (beras di sisi kiri dengan warna kuning dan kapas di sisi kanan dengan warna putih) melambangkan makanan dan pakaian yang menjadi kebutuhan dasar sehari-hari, 20 butir beras dan 11 buah kapas/katun melambangkan perang Puputan Margarana pada 20 November 1946 melawan kolonial Belanda di Tabanan. Ada juga kata "Tabanan" yang berarti kabupaten Tabanan itu sendiri, dan ada motto "Sadhu Mawang Anuraga" yang berarti setia dan bijaksana untuk menjalankan kebenaran demi cinta kepada masyarakat. Lambang kabupaten daerah tingkat II Tabanan ini memiliki 4 warna, warna hitam berarti keagungan, warna kuning berarti keluhuran, warna hijau muda berarti kemurnian dan warna putih berarti kesucian.

Topografi Tabanan

Daerah Tabanan BaliSecara geografis kabupaten Tabanan terletak di antara 114° - 54' 52" Bujur Timur dan 8° 14' 30" - 8° 30' 07" Lintang Selatan, topografi Kabupaten Tabanan terletak pada ketinggian 0-2,276 m di atas permukaan laut dengan rincian pada ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut merupakan daerah datar dengan kemiringan 2-15%, dan pada ketinggian 500-1000 m di atas permukaan laut adalah derah datar menurun ke daerah miring dengan kemiringan 15-40%. Di daerah yang memiliki kemiringan 2-15% dan 15-40% adalah daerah yang cukup subur di mana petani melakukan kegiatan pertanian untuk memenuhi kebutuhan. Liburan Bali, Akomodasi, Panduan Wisata Di daerah yang memiliki ketinggian lebih dari 1.000 m di atas permukaan laut dan dengan kemiringan 40% keatas adalah daerah berbukit dan curam, total 23.358 hektar atau 28,00% dari luas lahan di Kabupaten Tabanan adalah sawah, sehingga Tabanan dikenal sebagai daerah pertanian atau lumbung beras.

Batas-batas wilayah Kabupaten Tabanan adalah: di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Buleleng yang dibatasi oleh pegunungan seperti Gunung Batukaru (2.276 m), Gunung Sanghyang (2.087 m), Gunung Pohen (2.089 m), di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Badung yang dibatasi oleh sungai Yeh Sungi, sungai Yeh Ukun dan sungai Yeh Penet. Di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia dengan lebar pantai sekitar 37 km, di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Jembrana yang dibatasi oleh sungai Yeh Let.

Bagian Wilayah Kabupaten Tabanan

Kabupaten Tabanan dibagi menjadi 10 Kecamatan, diantaranya adalah:

  1. Baturiti
  2. Kediri
  3. Marga
  4. Kerambitan
  5. Penebel
  6. Pupuan
  7. Tabanan
  8. Selemadeg
  9. Selemadeg Timur
  10. Selemadeg Barat

Tempat Wisata di Tabanan

Tempat wisata di Tabanan, objek wisata menarik

Tabanan juga merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang memiliki tempat wisata yang menarik dan populer di Bali, Ada banyak tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi di Tabanan, dan juga ada banyak hotel, restoran, villa dan akomodasi lainnya yang cocok dan baik digunakan sebagai liburan keluarga atau hanya sekedar sebagai tempat untuk bersantai. Berikut adalah beberapa objek wisata terbaik di Kabupaten Tabanan.

Peta Tabanan

Lokasi dan Peta Tabanan Bali oleh Google Maps

Permalink: Kabupaten Tabanan, Bali | Bali Glory
Referensi : Situs Resmi Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan

Rabu, 01 Juli 2015

Denpasar: Ibukota Provinsi Bali - Kota Denpasar

- Hallo sahabat WIsata Bali dan Sekitarnya, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bali, Artikel Denpasar, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Denpasar: Ibukota Provinsi Bali - Kota Denpasar
link : Denpasar: Ibukota Provinsi Bali - Kota Denpasar

Baca juga


Kota Denpasar merupakan ibukota dari provinsi daerah Bali dan tentunya sebagai sebuah ibu kota, Denpasar menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian di Bali. Nama Denpasar diambil dari kata "Den" yang artinya utara dan "Pasar" yang artinya pasar, nama ini diambil karena letaknya di utara pasar Kumbasari.

Konten
Ibukota Provinsi BaliLetak Geografis Denpasar Iklim dan Cuaca Pariwisata DenpasarPeta Kota Denpasar

Ibukota Provinsi Bali

Denpasar
Foto credit: Antoine SIPOS via Flickr

Denpasar awalnya adalah pusat dari kerajaan Badung, dan ditaklukkan oleh Belanda selama intervensi Belanda di pulau Bali (1906), Denpasar tetap menjadi pusat administrasi Kabupaten Badung dan mulai tahun 1958 Denpasar menjadi pusat pemerintahan untuk provinsi Bali. Bali mengalami pertumbuhan yang sangat pesat baik dari segi fisik, ekonomi, sosial dan budaya setelah Denpasar digunakan sebagai pusat pemerintahan. Denpasar adalah pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat pendidikan, pusat industri dan pusat pariwisata yang terdiri dari 4 kecamatan, Liburan Wisata Bali, Akomodasi, Informasi yaitu Denpasar Barat, Denpasar Timur, Denpasar Selatan, Denpasar Utara. Dan pada tanggal 27 Februari 1993 Denpasar ditetapkan sebagai Kota Madya

Letak Geografis Denpasar

Kota Denpasar terletak pada ketinggian 0-75 m di atas permukaan laut. Dengan total luas 127,78 km² atau 2,18% dari luas wilayah Provinsi Bali. Dari penggunaan lahan, 2768 hektar lahan adalah persawahan, 10.001 hektar lahan kering dan lahan yang tersisa dari 9 hektar untuk penggunaan lainnya.

Iklim dan Cuaca

Denpasar terletak disebelah selatan khatulistiwa, memiliki iklim tropis basah/hujan dan kering, dengan cuaca panas dan lembab sepanjang tahun dan sedikit perubahan suhu sepanjang tahun. Tidak seperti kebanyakan kota lainnya di luar Indonesia dengan iklim seperti ini, ada sedikit perubahan suhu musiman, dengan suhu rata-rata sekitar 28° C. Setiap Tahun dibagi menjadi dua musim: hujan/basah dan kering. Musim hujan berlangsung kira-kira dari bulan November sampai bulan April, sementara musim kemarau berlangsung dari Mei hingga Oktober. Suhu yang tidak ekstrim, tapi panas, dikombinasikan dengan kelembaban dan curah hujan berlebihan, membuat iklim dan cuaca di Denpasar terasa kurang nyaman.

Pariwisata Denpasar

Patung Catur Muka - Denpasar, Informasi wisata
Foto credit: Angolming via Flickr

Denpasar memiliki banyak objek wisata. Pantai berpasir putih yang terkenal juga ada di daerah Denpasar. Pantai Sanur memiliki perairan lebih tenang dan sangat baik untuk berjemur ataupun untuk kegiatan olahraga air lainnya. Dan juga di pusat kota Denpasar memiliki beberapa tempat wisata dan tempat-tempat menarik untuk dikunjungi seperti Museum Bali, Monumen Bajra Sandhi (Renon), Monumen Puputan Badung, Taman Budaya Ardha Chandra (Art Centre Bali). Denpasar juga menjadi pusat perbelanjaan di Bali dengan banyaknya shopping mall dan pertokoan yang ada di daerah Denpasar, serta untuk kebutuhan makanan sehari-hari juga tersedia pasar lokal yang ada di pusat kota Denpasar seperti pasar Kumbasari. Untuk wisata kuliner di Denpasar juga banyak ditemui restoran-restoran ataupun warung makan yang menyajikan makanan lokal maupun internasional. Bandar udara juga tidak jauh dari kota Denpasar, kira-kira 30 menit untuk menempuh lapangan terbang internasional Ngurah Rai. Bandar udara internasional Ngurah Rai terletak di daerah Kuta. Kuta adalah tempat sebagian besar akomodasi seperti hotel, villa, restoran, mal, kafe, pasar, pusat perbelanjaan dan spa yang melayani wisatawan yang tengah berlibur di pulau Dewata. Di daerah Denpasar, semua jenis kerajinan Bali banyak ditemui di toko-toko lokal termasuk karya seni, tembikar, tekstil, dan perak.

Peta Kota Denpasar

Lokasi dan Peta Kota Denpasar Bali oleh Google Maps

Permalink: Denpasar: Ibukota Provinsi Bali - Kota Denpasar - Bali Glory
Situs Resmi: www.denpasarkota.go.id

Kota Denpasar merupakan ibukota dari provinsi daerah Bali dan tentunya sebagai sebuah ibu kota, Denpasar menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian di Bali. Nama Denpasar diambil dari kata "Den" yang artinya utara dan "Pasar" yang artinya pasar, nama ini diambil karena letaknya di utara pasar Kumbasari.

Konten
Ibukota Provinsi BaliLetak Geografis Denpasar Iklim dan Cuaca Pariwisata DenpasarPeta Kota Denpasar

Ibukota Provinsi Bali

Denpasar
Foto credit: Antoine SIPOS via Flickr

Denpasar awalnya adalah pusat dari kerajaan Badung, dan ditaklukkan oleh Belanda selama intervensi Belanda di pulau Bali (1906), Denpasar tetap menjadi pusat administrasi Kabupaten Badung dan mulai tahun 1958 Denpasar menjadi pusat pemerintahan untuk provinsi Bali. Bali mengalami pertumbuhan yang sangat pesat baik dari segi fisik, ekonomi, sosial dan budaya setelah Denpasar digunakan sebagai pusat pemerintahan. Denpasar adalah pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat pendidikan, pusat industri dan pusat pariwisata yang terdiri dari 4 kecamatan, Liburan Wisata Bali, Akomodasi, Informasi yaitu Denpasar Barat, Denpasar Timur, Denpasar Selatan, Denpasar Utara. Dan pada tanggal 27 Februari 1993 Denpasar ditetapkan sebagai Kota Madya

Letak Geografis Denpasar

Kota Denpasar terletak pada ketinggian 0-75 m di atas permukaan laut. Dengan total luas 127,78 km² atau 2,18% dari luas wilayah Provinsi Bali. Dari penggunaan lahan, 2768 hektar lahan adalah persawahan, 10.001 hektar lahan kering dan lahan yang tersisa dari 9 hektar untuk penggunaan lainnya.

Iklim dan Cuaca

Denpasar terletak disebelah selatan khatulistiwa, memiliki iklim tropis basah/hujan dan kering, dengan cuaca panas dan lembab sepanjang tahun dan sedikit perubahan suhu sepanjang tahun. Tidak seperti kebanyakan kota lainnya di luar Indonesia dengan iklim seperti ini, ada sedikit perubahan suhu musiman, dengan suhu rata-rata sekitar 28° C. Setiap Tahun dibagi menjadi dua musim: hujan/basah dan kering. Musim hujan berlangsung kira-kira dari bulan November sampai bulan April, sementara musim kemarau berlangsung dari Mei hingga Oktober. Suhu yang tidak ekstrim, tapi panas, dikombinasikan dengan kelembaban dan curah hujan berlebihan, membuat iklim dan cuaca di Denpasar terasa kurang nyaman.

Pariwisata Denpasar

Patung Catur Muka - Denpasar, Informasi wisata
Foto credit: Angolming via Flickr

Denpasar memiliki banyak objek wisata. Pantai berpasir putih yang terkenal juga ada di daerah Denpasar. Pantai Sanur memiliki perairan lebih tenang dan sangat baik untuk berjemur ataupun untuk kegiatan olahraga air lainnya. Dan juga di pusat kota Denpasar memiliki beberapa tempat wisata dan tempat-tempat menarik untuk dikunjungi seperti Museum Bali, Monumen Bajra Sandhi (Renon), Monumen Puputan Badung, Taman Budaya Ardha Chandra (Art Centre Bali). Denpasar juga menjadi pusat perbelanjaan di Bali dengan banyaknya shopping mall dan pertokoan yang ada di daerah Denpasar, serta untuk kebutuhan makanan sehari-hari juga tersedia pasar lokal yang ada di pusat kota Denpasar seperti pasar Kumbasari. Untuk wisata kuliner di Denpasar juga banyak ditemui restoran-restoran ataupun warung makan yang menyajikan makanan lokal maupun internasional. Bandar udara juga tidak jauh dari kota Denpasar, kira-kira 30 menit untuk menempuh lapangan terbang internasional Ngurah Rai. Bandar udara internasional Ngurah Rai terletak di daerah Kuta. Kuta adalah tempat sebagian besar akomodasi seperti hotel, villa, restoran, mal, kafe, pasar, pusat perbelanjaan dan spa yang melayani wisatawan yang tengah berlibur di pulau Dewata. Di daerah Denpasar, semua jenis kerajinan Bali banyak ditemui di toko-toko lokal termasuk karya seni, tembikar, tekstil, dan perak.

Peta Kota Denpasar

Lokasi dan Peta Kota Denpasar Bali oleh Google Maps

Permalink: Denpasar: Ibukota Provinsi Bali - Kota Denpasar - Bali Glory
Situs Resmi: www.denpasarkota.go.id

Selasa, 30 Juni 2015

Bali: Sejarah Singkat Tentang Pulau Dewata

- Hallo sahabat WIsata Bali dan Sekitarnya, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Bali, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Bali: Sejarah Singkat Tentang Pulau Dewata
link : Bali: Sejarah Singkat Tentang Pulau Dewata

Baca juga


Pulau Bali

Bali adalah sebuah provinsi dari Republik Indonesia yang terletak diantara pulau Jawa dan pulau Lombok, pulau Bali juga terkenal dengan sebutan PULAU DEWATA, PULAU SERIBU PURA dan BALI DWIPA. Bali juga mempunyai beberapa pulau kecil yang termasuk dalam wilayah provinsi Bali, diantaranya adalah pulau Nusa Penida, pulau Nusa Lembongan, Pulau Ceningan, pulau Serangan, dan pulau Menjangan.

Konten
Pulau Bali
Sejarah Bali
Letak Geografis Pulau Bali
Bagian Wilayah
Peta Pulau Bali

Ibukota dari provinsi Bali adalah Denpasar yang terletak di sebelah selatan dari pulau Bali, Bali sangat terkenal diseluruh Indonesia dan bahkan di seluruh dunia sebagai daerah atau tujuan wisata dunia dengan seni dan kebudayaannya yang unik disertai dengan pemandangan alam dan laut yang indah. Pulau dewata adalah tempat yang sangat baik untuk liburan keluarga ataupun untuk berbulan madu yang dilengkapi dengan fasilitas ataupun akomodasi tingkat dunia (world class), dan juga Bali memiliki banyak objek wisata yang terkenal di dunia yang menarik untuk dikunjungi.

Sejarah Bali

Bali telah dihuni oleh bangsa Austronesia sekitar tahun 2000 sebelum Masehi yang bermigrasi dan berasal dari Taiwan melalui Maritime Asia Tenggara. Budaya dan bahasa dari orang Bali demikian erat kaitannya dengan orang-orang dari kepulauan Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Oseania. Alat-alat batu yang berasal dari saat itu telah ditemukan di dekat desa Cekik di sebelah barat pulau Bali.

Pada masa Bali kuno, terdapat sembilan sekte Hindu yaitu Pasupata, Bhairawa, Siwa Shidanta, Waisnawa, Bodha, Brahma, Resi, Sora dan Ganapatya. Setiap sekte menghormati dewa tertentu sebagai Ketuhanan pribadinya. Budaya Bali sangat dipengaruhi oleh budaya India, Cina, dan khususnya Hindu, mulai sekitar abad 1 Masehi. Nama Bali Dwipa ("pulau Bali") telah ditemukan dari berbagai prasasti, termasuk pilar prasasti Blanjong yang ditulis oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 914 Masehi yang menyebutkan "Walidwipa". Pada masa itu sistem irigasi Subak yang kompleks sudah dikembangkan untuk menanam padi. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya masih ada sampai saat ini dan dapat ditelusuri kembali pada masa itu. Kerajaan Hindu Majapahit (1293-1520 Masehi) di Jawa Timur mendirikan sebuah koloni di Bali pada tahun 1343. Ketika masa kejayaan sudah menurun, ada eksodus besar-besaran dari intelektual, seniman, pendeta, dan musisi dari Jawa ke Bali pada abad ke-15.

Pulau Dewata Bali

Kontak dari bangsa Eropa pertama kali dengan Bali diperkirakan telah terjadi pada tahun 1585 ketika sebuah kapal Portugis kandas di lepas Semenanjung Bukit dan meninggalkan beberapa orang Portugis dalam pelayanan Dewa Agung. Pada tahun 1597 penjelajah Belanda yang bernama Cornelis de Houtman tiba di Bali dan dengan pembentukan Perusahaan India Timur Belanda pada tahun 1602, sebuah tempat didirikan untuk mengontrol kolonial dan dua setengah abad kemudian ketika pengontrolan dari pihak Belanda diperluas di seluruh Indonesia, kontrol politik dan ekonomi Belanda atas Bali dimulai pada tahun 1840-an di pantai utara pulau Bali, ketika itu Belanda mengadu domba antara kerajaan-kerajaan di Bali agar tidak percaya terhadap satu sama lain dan pada akhir 1890-an, perjuangan antara kerajaan Bali di selatan pulau Bali itu dimanfaatkan oleh Belanda untuk meningkatkan kendali mereka.

Belanda melakukan serangan angkatan laut dan darat besar-besaran di wilayah Sanur pada tahun 1906 dan bertemu dengan ribuan anggota keluarga kerajaan dan para pengikut mereka yang berjuang melawan pasukan Belanda dengan serangan defensif bunuh diri (puputan) yang dilakukan oleh anggota keluarga kerajaan dan ribuan pengikut mereka daripada menghadapi penghinaan menyerah dari Belanda. Sekitar lebih dari 1.000 orang Bali meninggal pada saat itu melawan penjajah. Dalam intervensi Belanda di Bali pada tahun 1908, pembantaian serupa terjadi dalam menghadapi serangan Belanda di Klungkung. Setelah itu gubernur Belanda mampu melakukan kontrol administratif atas pulau Bali, tetapi kontrol lokal atas agama dan budaya umumnya tetap utuh.

Pada tahun 1930-an, antropolog Margaret Mead dan Gregory Bateson, Liburan Bali, Akomodasi, Panduan Wisata dan seniman Miguel Covarrubias dan Walter Spies, dan musikolog Colin McPhee menciptakan citra barat tentang Bali sebagai "tanah terpesona yang damai dengan diri mereka sendiri dan alam", dan pariwisata Barat pertama kali dikembangkan di pulau Bali pada saat itu.

Imperial Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II. Pulau Bali awalnya bukan target dalam Kampanye Hindia Belanda mereka, tetapi karena lapangan terbang di Kalimantan yang tidak beroperasi karena hujan lebat tentara Kekaisaran Jepang memutuskan untuk menduduki Bali, yang tidak memiliki cuaca yang sebanding seperti Kalimantan. Pulau Bali pada saat itu tidak memiliki tentara Royal Netherlands East Indies Army (KNIL), yang ada hanyalah Native Auxiliary Corps Prajoda (Korps Prajoda) yang terdiri dari sekitar 600 tentara asli dan beberapa petugas Belanda KNIL di bawah komando Letkol KNIL WP Roodenburg. Pada tanggal 19 Februari 1942 pasukan Jepang mendarat di dekat Sanur. Pulau Bali cepat dikuasai oleh Jepang, selama pendudukan Jepang perwira militer Bali I Gusti Ngurah Rai, membentuk Bali 'bebas tentara'. Kurangnya perubahan kelembagaan dari waktu pemerintahan Belanda dan kerasnya permintaan resmi perang membuat pemerintahan Jepang sedikit lebih baik dari Belanda. Setelah Jepang menyerah di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda kembali ke Indonesia termasuk Bali dan segera ingin mengembalikan administrasi sebelum perang kolonial mereka. Hal ini ditentang oleh para pemberontak Bali yang pada saat itu sudah menggunakan senjata dari Jepang. Pada tanggal 20 November 1946, Pertempuran terjadi di Marga Tabanan di Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, saat itu berusia 29 tahun, akhirnya membawa pasukannya ke Marga Rana, di mana mereka membuat serangan bunuh diri ke pihak Belanda yang bersenjata. Pasukan batalion Bali seluruhnya dihapus oleh Belanda, menghancurkan perlawanan terakhir dari perlawanan militer Bali. Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah administratif dari negara bagian yang baru diproklamasikan oleh Indonesia Timur, lawan dari negara Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dipimpin oleh Soekarno dan Hatta. Bali masuk dalam "Republik Indonesia" ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949.

Letak Geografis Pulau Bali

Pulau Bali terletak kira-kira 3.2 km di sebelah timur pulau Jawa, dan kira-kira 8 derajat sebelah selatan khatulistiwa. Pulau Bali dan Jawa dipisahkan oleh Selat Bali. Dari timur ke barat memiliki panjang sekitar 153 km dan mempunyai lebar dari utara ke selatan sekitar 112 km, total luas pulau Bali adalah 5,632 km².

Pegunungan yang ada di bagian tengah pulau Bali memiliki beberapa puncak yang memiliki ketinggian lebih dari 3.000 meter dari permukaan laut. puncak yang tertinggi adalah Gunung Agung (3.142 meter), yang dikenal sebagai "gunung ibu" yang merupakan gunung berapi yang sudah tidak aktif. Alam vulkanik Bali telah memberikan kontribusi untuk kesuburan yang luar biasa dan pegunungan tinggi yang menyediakan curah hujan tinggi yang mendukung sektor pertanian yang sangat produktif. Di sebelah selatan area pegunungan adalah daerah yang sangat luas, dari lereng pegunungan terus turun sampai daerah pantai di mana sebagian besar tanaman padi tumbuh dan berkembang besar di Bali. Di sisi utara lereng pegunungan memiliki daerah yang lebih curam ke laut dan merupakan daerah penghasil kopi utama di Bali dan juga sayur-sayuran ataupun ternak. Sungai terpanjang di Bali adalah sungai Ayung, mengalir ke laut sekitar 75 km.

Pulau Dewata dikelilingi oleh laut yang banyak terdapat terumbu karang. Pantai di selatan cenderung memiliki pasir putih sementara yang di utara dan barat memiliki pasir hitam. Bali tidak memiliki saluran air besar, meskipun sungai Ho dilewati oleh kapal dengan sampan kecil. Pantai yang ber-pasir hitam antara pantai Pasut dan pantai Klatingdukuh sedang dikembangkan oleh pemerintah Bali untuk pariwisata, tetapi selain dari pura yang ada di pantai Tanah Lot, pantai-pantai yang ber-pasir hitam lainnya belum digunakan untuk pariwisata secara signifikan.

Kota terbesar yang ada di Bali dan sekaligus merupakan ibukota provinsi Bali adalah Kota Denpasar, dekat dengan daerah pantai selatan. Populasinya adalah sekitar 491.500 jiwa (2002). Kota terbesar kedua di Bali adalah ibu kota kolonial tua yaitu Singaraja, yang terletak di pantai utara dan memiliki penduduk sekitar 100.000 orang. Kota/Daerah penting lainnya yang termasuk resor pantai adalah Kuta, yang bisa dibilang bagian dari kawasan perkotaan Denpasar, dan Ubud yang terletak di utara Denpasar yang merupakan pusat budaya di pulau Bali.

Tiga pulau-pulau kecil yang terletak di sebelah tenggara secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Klungkung yaitu pulau Nusa Penida, pulau Nusa Lembongan dan pulau Nusa Ceningan. Pulau-pulau tersebut terpisahkan dari pulau Bali oleh Selat Badung.

Di sebelah timur terdapat Selat Lombok yang memisahkan Bali dari Lombok dan menandai divisi biogeografis antara fauna dari ecozone Indomalayan dan fauna khas yang berbeda dari Australasia. Transisi ini dikenal sebagai Garis Wallace (Wallace Line), yang diambil dari nama Alfred Russel Wallace yang pertama kali mengusulkan zona transisi antara dua bioma utama ini. Ketika permukaan air laut turun selama zaman es Pleistosen, Bali terhubung dengan Jawa dan Sumatra dan daratan utama Asia dan membagikan fauna Asia, tapi air yang dalam dari Selat Lombok terus menjaga Lombok dan daerah Sunda Nusantara yang lebih rendah terisolasi.

Bagian Wilayah

Provinsi Bali terbagi menjadi 8 kabupaten dan 1 kotamadya, yaitu:

NamaIbukotaLuas km²
Kabupaten JembranaNegara841.80
Kabupaten TabananTabanan839.30
Kabupaten BadungMangupura418.52
Kabupaten GianyarGianyar368.00
Kabupaten KlungkungSemarapura315.00
Kabupaten BangliBangli520.81
Kabupaten KarangasemAmlapura839.54
Kabupaten BulelengSingaraja1,365.88
Kotamadya DenpasarDenpasar123.98
Total-5,780.06

Peta Pulau Bali

Lokasi dan peta pulau Bali oleh Google Maps

Referensi : Bali - Wikipedia, Website Resmi Pemerintah Provinsi Bali
Permalink: Bali: Sejarah Singkat Tentang Pulau Dewata - Bali Glory

Pulau Bali

Bali adalah sebuah provinsi dari Republik Indonesia yang terletak diantara pulau Jawa dan pulau Lombok, pulau Bali juga terkenal dengan sebutan PULAU DEWATA, PULAU SERIBU PURA dan BALI DWIPA. Bali juga mempunyai beberapa pulau kecil yang termasuk dalam wilayah provinsi Bali, diantaranya adalah pulau Nusa Penida, pulau Nusa Lembongan, Pulau Ceningan, pulau Serangan, dan pulau Menjangan.

Konten
Pulau Bali
Sejarah Bali
Letak Geografis Pulau Bali
Bagian Wilayah
Peta Pulau Bali

Ibukota dari provinsi Bali adalah Denpasar yang terletak di sebelah selatan dari pulau Bali, Bali sangat terkenal diseluruh Indonesia dan bahkan di seluruh dunia sebagai daerah atau tujuan wisata dunia dengan seni dan kebudayaannya yang unik disertai dengan pemandangan alam dan laut yang indah. Pulau dewata adalah tempat yang sangat baik untuk liburan keluarga ataupun untuk berbulan madu yang dilengkapi dengan fasilitas ataupun akomodasi tingkat dunia (world class), dan juga Bali memiliki banyak objek wisata yang terkenal di dunia yang menarik untuk dikunjungi.

Sejarah Bali

Bali telah dihuni oleh bangsa Austronesia sekitar tahun 2000 sebelum Masehi yang bermigrasi dan berasal dari Taiwan melalui Maritime Asia Tenggara. Budaya dan bahasa dari orang Bali demikian erat kaitannya dengan orang-orang dari kepulauan Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Oseania. Alat-alat batu yang berasal dari saat itu telah ditemukan di dekat desa Cekik di sebelah barat pulau Bali.

Pada masa Bali kuno, terdapat sembilan sekte Hindu yaitu Pasupata, Bhairawa, Siwa Shidanta, Waisnawa, Bodha, Brahma, Resi, Sora dan Ganapatya. Setiap sekte menghormati dewa tertentu sebagai Ketuhanan pribadinya. Budaya Bali sangat dipengaruhi oleh budaya India, Cina, dan khususnya Hindu, mulai sekitar abad 1 Masehi. Nama Bali Dwipa ("pulau Bali") telah ditemukan dari berbagai prasasti, termasuk pilar prasasti Blanjong yang ditulis oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 914 Masehi yang menyebutkan "Walidwipa". Pada masa itu sistem irigasi Subak yang kompleks sudah dikembangkan untuk menanam padi. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya masih ada sampai saat ini dan dapat ditelusuri kembali pada masa itu. Kerajaan Hindu Majapahit (1293-1520 Masehi) di Jawa Timur mendirikan sebuah koloni di Bali pada tahun 1343. Ketika masa kejayaan sudah menurun, ada eksodus besar-besaran dari intelektual, seniman, pendeta, dan musisi dari Jawa ke Bali pada abad ke-15.

Pulau Dewata Bali

Kontak dari bangsa Eropa pertama kali dengan Bali diperkirakan telah terjadi pada tahun 1585 ketika sebuah kapal Portugis kandas di lepas Semenanjung Bukit dan meninggalkan beberapa orang Portugis dalam pelayanan Dewa Agung. Pada tahun 1597 penjelajah Belanda yang bernama Cornelis de Houtman tiba di Bali dan dengan pembentukan Perusahaan India Timur Belanda pada tahun 1602, sebuah tempat didirikan untuk mengontrol kolonial dan dua setengah abad kemudian ketika pengontrolan dari pihak Belanda diperluas di seluruh Indonesia, kontrol politik dan ekonomi Belanda atas Bali dimulai pada tahun 1840-an di pantai utara pulau Bali, ketika itu Belanda mengadu domba antara kerajaan-kerajaan di Bali agar tidak percaya terhadap satu sama lain dan pada akhir 1890-an, perjuangan antara kerajaan Bali di selatan pulau Bali itu dimanfaatkan oleh Belanda untuk meningkatkan kendali mereka.

Belanda melakukan serangan angkatan laut dan darat besar-besaran di wilayah Sanur pada tahun 1906 dan bertemu dengan ribuan anggota keluarga kerajaan dan para pengikut mereka yang berjuang melawan pasukan Belanda dengan serangan defensif bunuh diri (puputan) yang dilakukan oleh anggota keluarga kerajaan dan ribuan pengikut mereka daripada menghadapi penghinaan menyerah dari Belanda. Sekitar lebih dari 1.000 orang Bali meninggal pada saat itu melawan penjajah. Dalam intervensi Belanda di Bali pada tahun 1908, pembantaian serupa terjadi dalam menghadapi serangan Belanda di Klungkung. Setelah itu gubernur Belanda mampu melakukan kontrol administratif atas pulau Bali, tetapi kontrol lokal atas agama dan budaya umumnya tetap utuh.

Pada tahun 1930-an, antropolog Margaret Mead dan Gregory Bateson, Liburan Bali, Akomodasi, Panduan Wisata dan seniman Miguel Covarrubias dan Walter Spies, dan musikolog Colin McPhee menciptakan citra barat tentang Bali sebagai "tanah terpesona yang damai dengan diri mereka sendiri dan alam", dan pariwisata Barat pertama kali dikembangkan di pulau Bali pada saat itu.

Imperial Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II. Pulau Bali awalnya bukan target dalam Kampanye Hindia Belanda mereka, tetapi karena lapangan terbang di Kalimantan yang tidak beroperasi karena hujan lebat tentara Kekaisaran Jepang memutuskan untuk menduduki Bali, yang tidak memiliki cuaca yang sebanding seperti Kalimantan. Pulau Bali pada saat itu tidak memiliki tentara Royal Netherlands East Indies Army (KNIL), yang ada hanyalah Native Auxiliary Corps Prajoda (Korps Prajoda) yang terdiri dari sekitar 600 tentara asli dan beberapa petugas Belanda KNIL di bawah komando Letkol KNIL WP Roodenburg. Pada tanggal 19 Februari 1942 pasukan Jepang mendarat di dekat Sanur. Pulau Bali cepat dikuasai oleh Jepang, selama pendudukan Jepang perwira militer Bali I Gusti Ngurah Rai, membentuk Bali 'bebas tentara'. Kurangnya perubahan kelembagaan dari waktu pemerintahan Belanda dan kerasnya permintaan resmi perang membuat pemerintahan Jepang sedikit lebih baik dari Belanda. Setelah Jepang menyerah di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda kembali ke Indonesia termasuk Bali dan segera ingin mengembalikan administrasi sebelum perang kolonial mereka. Hal ini ditentang oleh para pemberontak Bali yang pada saat itu sudah menggunakan senjata dari Jepang. Pada tanggal 20 November 1946, Pertempuran terjadi di Marga Tabanan di Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, saat itu berusia 29 tahun, akhirnya membawa pasukannya ke Marga Rana, di mana mereka membuat serangan bunuh diri ke pihak Belanda yang bersenjata. Pasukan batalion Bali seluruhnya dihapus oleh Belanda, menghancurkan perlawanan terakhir dari perlawanan militer Bali. Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah administratif dari negara bagian yang baru diproklamasikan oleh Indonesia Timur, lawan dari negara Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dipimpin oleh Soekarno dan Hatta. Bali masuk dalam "Republik Indonesia" ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949.

Letak Geografis Pulau Bali

Pulau Bali terletak kira-kira 3.2 km di sebelah timur pulau Jawa, dan kira-kira 8 derajat sebelah selatan khatulistiwa. Pulau Bali dan Jawa dipisahkan oleh Selat Bali. Dari timur ke barat memiliki panjang sekitar 153 km dan mempunyai lebar dari utara ke selatan sekitar 112 km, total luas pulau Bali adalah 5,632 km².

Pegunungan yang ada di bagian tengah pulau Bali memiliki beberapa puncak yang memiliki ketinggian lebih dari 3.000 meter dari permukaan laut. puncak yang tertinggi adalah Gunung Agung (3.142 meter), yang dikenal sebagai "gunung ibu" yang merupakan gunung berapi yang sudah tidak aktif. Alam vulkanik Bali telah memberikan kontribusi untuk kesuburan yang luar biasa dan pegunungan tinggi yang menyediakan curah hujan tinggi yang mendukung sektor pertanian yang sangat produktif. Di sebelah selatan area pegunungan adalah daerah yang sangat luas, dari lereng pegunungan terus turun sampai daerah pantai di mana sebagian besar tanaman padi tumbuh dan berkembang besar di Bali. Di sisi utara lereng pegunungan memiliki daerah yang lebih curam ke laut dan merupakan daerah penghasil kopi utama di Bali dan juga sayur-sayuran ataupun ternak. Sungai terpanjang di Bali adalah sungai Ayung, mengalir ke laut sekitar 75 km.

Pulau Dewata dikelilingi oleh laut yang banyak terdapat terumbu karang. Pantai di selatan cenderung memiliki pasir putih sementara yang di utara dan barat memiliki pasir hitam. Bali tidak memiliki saluran air besar, meskipun sungai Ho dilewati oleh kapal dengan sampan kecil. Pantai yang ber-pasir hitam antara pantai Pasut dan pantai Klatingdukuh sedang dikembangkan oleh pemerintah Bali untuk pariwisata, tetapi selain dari pura yang ada di pantai Tanah Lot, pantai-pantai yang ber-pasir hitam lainnya belum digunakan untuk pariwisata secara signifikan.

Kota terbesar yang ada di Bali dan sekaligus merupakan ibukota provinsi Bali adalah Kota Denpasar, dekat dengan daerah pantai selatan. Populasinya adalah sekitar 491.500 jiwa (2002). Kota terbesar kedua di Bali adalah ibu kota kolonial tua yaitu Singaraja, yang terletak di pantai utara dan memiliki penduduk sekitar 100.000 orang. Kota/Daerah penting lainnya yang termasuk resor pantai adalah Kuta, yang bisa dibilang bagian dari kawasan perkotaan Denpasar, dan Ubud yang terletak di utara Denpasar yang merupakan pusat budaya di pulau Bali.

Tiga pulau-pulau kecil yang terletak di sebelah tenggara secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Klungkung yaitu pulau Nusa Penida, pulau Nusa Lembongan dan pulau Nusa Ceningan. Pulau-pulau tersebut terpisahkan dari pulau Bali oleh Selat Badung.

Di sebelah timur terdapat Selat Lombok yang memisahkan Bali dari Lombok dan menandai divisi biogeografis antara fauna dari ecozone Indomalayan dan fauna khas yang berbeda dari Australasia. Transisi ini dikenal sebagai Garis Wallace (Wallace Line), yang diambil dari nama Alfred Russel Wallace yang pertama kali mengusulkan zona transisi antara dua bioma utama ini. Ketika permukaan air laut turun selama zaman es Pleistosen, Bali terhubung dengan Jawa dan Sumatra dan daratan utama Asia dan membagikan fauna Asia, tapi air yang dalam dari Selat Lombok terus menjaga Lombok dan daerah Sunda Nusantara yang lebih rendah terisolasi.

Bagian Wilayah

Provinsi Bali terbagi menjadi 8 kabupaten dan 1 kotamadya, yaitu:

NamaIbukotaLuas km²
Kabupaten JembranaNegara841.80
Kabupaten TabananTabanan839.30
Kabupaten BadungMangupura418.52
Kabupaten GianyarGianyar368.00
Kabupaten KlungkungSemarapura315.00
Kabupaten BangliBangli520.81
Kabupaten KarangasemAmlapura839.54
Kabupaten BulelengSingaraja1,365.88
Kotamadya DenpasarDenpasar123.98
Total-5,780.06

Peta Pulau Bali

Lokasi dan peta pulau Bali oleh Google Maps

Referensi : Bali - Wikipedia, Website Resmi Pemerintah Provinsi Bali
Permalink: Bali: Sejarah Singkat Tentang Pulau Dewata - Bali Glory